Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditetapkan MA Masuk Wilayah Loteng, Warga Nambung Masih Nyoblos di Lombok Barat

Lestari Dewi • Senin, 23 September 2024 | 15:59 WIB
BAHAS TAHAPAN: Suasana rapat koordinasi persiapan pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Loteng pada Pilkada dan Deklarasi Kampanye Damai di aula kantor KPU Loteng, Sabtu (21/9)
BAHAS TAHAPAN: Suasana rapat koordinasi persiapan pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Loteng pada Pilkada dan Deklarasi Kampanye Damai di aula kantor KPU Loteng, Sabtu (21/9)

LombokPost--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) memastikan pemilih dari wilayah Desa Nambung belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Serentak 2024 di Loteng.

Padahal wilayah tersebut sudah ditetapkan Mahkamah Agung (MA) menjadi bagian dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

”Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengenai posisi dan status warga Desa Nambung sesuai putusan MA,” ungkap Ketua KPU Loteng Hendri Harliawan pada Lombok Post, Minggu (22/9).

Dari penjelasan yang diperoleh, sambungnya, masing-masing kepala daerah belum ada kesepakatan soal warga Nambung berada di wilayah mana, apakah Lombok Barat atau Lombok Tengah.

”Sehingga posisi Desa Nambung untuk 300 pemilihnya masuk dalam DPT Lobar lantaran adminduknya masih Lobar,” ucapnya.

KPU pernah berdiskusi dengan Bawaslu, dalam keseharian pengurusan administrasi pemerintahan, kependudukan dan sebagainya lebih dekat ke Gumi Patut Patuh Patju.

”Setahu saya pemda akan kembali membicarakan hal ini, agar hak-hak warga Nambung yang sah masuk Lombok Tengah memberikan hak pilihnya di sini,” imbuh Hendri.

Melihat kondisi ini, KPU Loteng berharap KPU Lobar dapat mengakomodir hak memilih warga Nambung yang secara adminduknya masih Lobar.

”Kita berharap KPU Lobar buatkan tempat pemungutan suara (TPS) di sana,” cetusnya.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT Pilkada Serentak 2024 di Loteng menetapkan jumlah pemilih sebanyak 777.196 orang.

Rinciannya, jumlah pemilih perempuan sebanyak 397.343 orang dan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 379.853 orang. Dari total 12 kecamatan dengan 154 desa, maka jumlah TPS yang akan disebar sebanyak 1.689 TPS.

”Bila dibandingkan dengan data Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada serentak 2024 sebanyak 778.331 orang, maka ada pengurangan hingga seribu orang pemilih,” imbuhnya.

Hendri menjelaskan, pengurangan disebabkan adanya data turunan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada KPU Loteng.

Dari hasil update data Kemendagri, KPU memiliki kewajiban untuk memfasilitasi data pemilih baru, pemilih ganda dan meninggal dunia.

Hari ini Pencabutan Nomor Urut Paslon Pilkada Loteng 2024

Setelah tahapan penetapan DPT, dilanjutkan dengan penetapan pasangan calon pada Minggu (22/9) dan pengambilan nomor urut pasangan calon pada Senin (23/9).

Untuk penetapan paslon, dipastikan ada tiga paslon yang berkompetisi dalam Pilkada Loteng 2024.

Mereka adalah paslon Achmad Puaddi dan Legewarman; Lalu Pathul Bahri dan HM Nursiah; serta Ruslan Turmuzi dan Lalu Normal Suzana.

”Ketiga paslon ini telah memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai paslon melalui rapat pleno tertutup di kantor KPU,” kata Hendri.

Mengenai nomor urut, mekanismenya melalui rapat pleno terbuka secara umum di kantor KPU Loteng.

Karena dilakukan terbuka, ada potensi gesekan antara massa pendukung.

Sehingga KPU membatasi jumlah pendukung yang boleh masuk ke dalam Kantor KPU.

Adapun di luar kantor, dimaksimalkan penjagaan dari kepolisian.

”Skemanya nanti di jalan raya depan kantor, jika lihat landscape kantor sangat tidak mencukupi. Masing-masing pendukung paslon maksimal 35 orang yang boleh masuk dalam area ini,” kata pria berkacamata itu.

Dalam pengundian nomor urut, juga dirangkai dengan deklarasi damai.

Baca Juga: Atlet Kempo Kemenkumham NTB Raih 3 Medali pada Kejurnas FKI Menkumham Cup II

Mengingat pada 25 September sudah masuk sebagai hari pertama kampanye. Adapun lokasi kampanye paslon dan alat peraga kampanye akan dibahas kemudian.

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Loteng Murdi menuturkan, pihaknya telah menghadiri rapat pleno tertutup soal penetapan paslon Pilkada Serentak 2024.

”Kampanye ini penting karena di hadapan orang banyak. Sehingga perlu diatur agar lancar dan aman, serta tidak mengganggu aktivitas pelayanan,” terangya. (ewi/r11)

 

Editor : Kimda Farida
#Desa Nambung #Pilkada Loteng #KPU Loteng