LombokPost--Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Lombok Tengah (Loteng) menyoroti salah satu program pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua Pathul-Nursiah.
Yaitu, menggratiskan tagihan air untuk rumah ibadah di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
”Gratis tagihan air di PDAM untuk rumah ibadah itu baik. Tapi, kemarin ke mana saja, kok baru sekarang,” tanya Sekretaris DPC Perindo Loteng Kuncara Ningrat pada Lombok Post, Rabu (25/9).
Diketahui, Pemda Loteng memastikan telah menggratiskan tagihan air bersih yang disalurkan Perumdam Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Loteng untuk seluruh rumah ibadah.
Banyaknya 400 rumah ibadah. Ini disampaikan calon wakil bupati HM Nursiah beberapa waktu lalu.
Ia melihat, kebijakan ini dimunculkan mendekati pilkada sehingga terkesan dipolitisasi.
Satu sisi sebagai masyarakat, wajar mempertanyakan alasan program tersebut.
Pasalnya, di waktu bersamaan sebagian masyarakat masih mengeluhkan ketersediaan air bersih.
Belum lagi tarif air yang masih belum sesuai dengan pelayanan. Kemudian, masih ada pelanggan yang tetap membayar tagihan sementara airnya tidak datang.
”Lebih baik tidak hanya rumah ibadah saja, tapi seluruh pelanggan yang tidak mendapatkan pelayanan maksimal,” sindir partai pengusung paslon nomor tiga Ruslan-Normal ini. “Berani tidak pemda,” tegas Kuncara.
Ia pun menyarankan, agar Perumdam Tiara ini fokus memperbaiki pelayanan terhadap pelanggan.
Jika direkturnya tidak mampu memberikan pelayanan terbaik yang tak kunjung selesai, disarankan untuk mengundurkan diri dan memberikan kesempatan pada mereka yang lebih kompeten.
“Mundur saja, berikan ke yang lebih mampu dan kompeten,” ucap Kuncara.
Sementara itu, calon wabup Loteng nomor urut 2 HM Nursiah mengatakan, berdirinya rumah ibadah dan masjid maka harus dipikirkan pula bagaimana perawatan dan pengelolaannya.
Salah satunya kebutuhan air bersih karena menjadi kebutuhan paling dasar yang digunakan untuk mensucikan diri.
Nursiah memastikan, jika pembebasan tagihan air ini tidak ada hubungannya dengan politik.
Kemudian, meskipun Perumdam profit oriented namun juga mengedepankan unsur sosial.
”Karena mendesaknya kebutuhan itu, sehingga lumayan mengurangi beban manajemen pengelolaan rumah ibadah,” sebut politisi Golkar ini.
Terpisah, Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Supraptomo mengatakan, pembebasan pembayaran air menyasar pada musala, masjid, pura dan gereja terhitung pemakaian sejak bulan Agustus 2024.
Jika pemakaian bulan melebihi ketentuan, maka rumah ibadah tersebut cukup membayar kelebihan penggunaan.
“Kebijakan ini efektif mulai berlaku bulan September, pembebasan biaya mulai pemakaian bulan Agustus. Kurang lebih ada 440 rumah ibadah,” terangnya.
Ia menegaskan, program air gratis bagi rumah ibadah tentunya memiliki syarat dan ketentuan.
“Kita hanya menggratiskan satu hingga sepuluh kubik saja. Untuk berwudhu dan mandi, saya rasa cukup diberikan 10 kubik,” kata Bambang. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida