Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelar Pelatihan, ITDC Berdayakan Masyarakat Lingkar Mandalika

Lestari Dewi • Senin, 14 Oktober 2024 | 13:39 WIB
BERDAYAKAN: Para warga Dusun Mongge II, Desa Sukadana antusias mengikuti pengolahan komoditas lokal untuk menambah nilai ekonomi petani dan keluarga, Minggu (13/10). (Dewi/Lombok Post)
BERDAYAKAN: Para warga Dusun Mongge II, Desa Sukadana antusias mengikuti pengolahan komoditas lokal untuk menambah nilai ekonomi petani dan keluarga, Minggu (13/10). (Dewi/Lombok Post)

LombokPost--Puluhan warga Dusun Mongge II, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut antusias mengikuti pelatihan mengolah komoditas lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Mulai dari jamur, cabai, kelor dan turi yang disulap menjadi kopi kelor, teh kelor, stik kelor hingga cabai bubuk.

Ini dilakukan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Corporate Secretary Group Head ITDC Million Sekarsari mengatakan, ITDC menggelar program Integrated Farming System bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan pariwisata (P3TA) Universitas Mataram sebagai narasumber dan pendamping.

Program ini fokus pada keberlanjutan melalui pendampingan budidaya tanaman pepaya calina, kelor dan cabai lokal yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi para petani.

Melalui pendekatan ini, ITDC tidak hanya meningkatkan kapasitas individu tetapi membangun sistem pertanian terpadu yang lebih efisien dan keberlanjutan bagi komunitas lokal.

Ke depannya, ITDC juga akan melanjutkan program Integrated Farming System di Dusun Ngolang, Desa Kuta sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas dampak positif bagi komunitas lokal.

”Integrated Farming System hadir sebagai inisiatif ITDC untuk memberdayakan petani lokal dengan memberikan pelatihan yang komprehensif. Mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pendampingan budidaya tanaman,” terangnya pada wartawan, Minggu (13/10).

Selain itu, ITDC juga memonitoring pencegahan stunting di Desa Prabu, Kecamatan Pujut.

Dimana sebanyak 32 anak kategori wasting dan stunting menerima makanan tambahan bergizi selama 56 hari yang telah dimulai sejak Selasa (10/9) lalu.

Para orang tua di sana mendapat edukasi tentang pola makan sehat melalui demo masak oleh Chef Anton Sugiono, Duta Pencegahan Stunting NTB.

ITDC berharap program ini dapat mengurangi angka stunting seperti yang berhasil dilakukan di Desa Mertak.

”Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberdayakan orang tua dengan pengetahuan tentang pola makan sehat. Kami optimis pendekatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan anak-anak di Desa Prabu,” ungkap Million akrab disapa.

Sejauh ini, setelah 28 hari program terlaksana, monitoring pengukuran berat badan dan tinggi badan bagi anak dengan kategori wasting dan stunting telah menunjukkan progress yang baik.

Sebanyak 12 anak dengan kategori wasting, rata-rata telah mengalami kenaikan berat badan hingga mencapai status normal.

’Sedangkan anak-anak kategori stunting beberapa sudah mengalami peningkatan berat dan tinggi badan, meskipun masih ada beberapa yang masih perlu dipantau lebih intensif untuk dapat mencapai progres yang lebih baik,” terangnya.

Sebagai pengembang dan pengelola KEK Mandalika, ITDC berkomitmen menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap, melalui kolaborasi dan dedikasi, Mandalika dapat menjadi pusat pengembangan komunitas yang kreatif dan mandiri.

“Serta mampu menciptakan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal,” tutup wanita asal Jakarta ini. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#ITDC #KEK Mandalika