LombokPost---Area dalam kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng) dipercantik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Perbaikan menyasar pertamanan serta saluran drainase, penyediaan lapak pelaku UMKM hingga lokasi parkir kendaraan roda dua dan empat.
”Kantor ini jika kita lihat dari grand desainnya kan belum terpenuhi, jika kita kerjakan sekaligus dulu anggarannya tidak cukup, sehingga bertahap dan lanjut pembenahan,” kata Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Rahadian pada wartawan, Jumat (25/10).
Menjadi skala prioritas, sambungnya, dilakukan pembenahan pada saluran drainase, perbaikan fasilitas jalan dan parkir kendaraan.
Walau ada perbaikan area pertamanan, namun tidak mendominasi. Perbaikan ini dimulai dari bagian barat hingga timur belakang kantor bupati.
”Rencana kami juga akan buat pintu alternatif bagian timur, seperti yang ada di barat. Ketika ada acara, kendaraan bisa keluar masuk dari dua arah. Tapi kita perbaiki dulu drainasenya,” bebernya.
Tepat pada bagian belakang kantor bupati, pihaknya juga menata lapak-lapak pelaku UMKM.
Sebab selama ini, pelaku UMKM rutin berdagang di sejumlah area dalam gedung bupati.
Sementara tidak seharusnya ada pedagang yang berjualan di dalam gedung. Guna menghindari bahaya seperti kebakaran.
”Sebenarnya di dalam gedung ini kan tidak boleh menyalakan kompor, makanya akan kita pindah semua keluar untuk tempati lapak di belakang. Kalau ada insiden kebakaran, seluruh gedung harus dievakuasi,” jelas Rahadian.
Baca Juga: Tegas, Pemkot Mataram Ancam Segel Perusahaan Penunggak Pajak
Namun untuk siapa saja pelaku UMKM yang menempati lapak, kata dia, ditangani Koperasi KORPRI.
Dipastikan mengutamakan pedagang yang selama ini mencari rezeki di kantor bupati.
“Katanya akan dibuatkan semacam food court,” kata dia.
Pembenahan yang menelan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar itu, dipastikan yang menjadi prioritas tuntas akhir tahun ini.
“Tahun depan akan kita bangunkan bencingah di bagian timur, sehingga saat ada event bisa di sana,” ucap Rahadian. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida