Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Troy Reza Warokka, Chairman MotoGP Mandalika 2024, Bekerja Detail agar MotoGP Berdampak Besar untuk Daerah dan Masyarakat 

Lestari Dewi • Sabtu, 16 November 2024 | 11:00 WIB

 

Troy Reza Warokka Dewi/Lombok Post
Troy Reza Warokka Dewi/Lombok Post

LombokPost-Walau sudah sebulan lalu berjalan, ajang balapan internasional MotoGP Mandalika 2024 meninggalkan kesan luar biasa. Semua ini berkat tangan dingin Troy Reza Warokka, Chairman MotoGP Mandalika 2024. Berikut ulasannya.

LESTARI DEWI, Lombok Tengah.

MAMPU menyedot lebih 121.252 orang selama 3 hari, ajang balap motor bergengsi MotoGP Mandalika 2024 sukses digelar. Hal itu tampak dari euforia saat parade pembalap di Kota Mataram hingga balapan di Sirkuit Internasional Mandalika. Dampak perputaran ekonomi selama MotoGP Mandalika 2024 pun tak main-main mencapai Rp 4,8 triliun.

Dibalik suksesnya balapan yang kali ketiga digelar ini, ada sosok bertangan dingin yang bekerja keras memastikan setiap detail demi detail, agar balapan dan rangkaiannya dapat terlaksana dengan baik. Dia adalah Troy Reza Warokka, Chairman MotoGP Mandalika 2024 sekaligus merupakan Direktur Commercial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Troy meluangkan waktunya untuk kembali menceritakan pengalamannya mengatur event MotoGP ini. Troy mengatakan, dirinya telah memikirkan bagaimana membuat MotoGP 2024 di Mandalika bisa berbeda. Sebab itu, saat melakukan studi banding di Sirkuit Assen, Belanda, ia mulai memikirkan beberapa ide. Sehingga lahirlah parade pembalap di Kota Mataram dan Bali, serta terbangunnya museum MotoGP pertama di dunia.

Pria berkacamata ini mengatakan, hal yang paling penting dari event sebesar MotoGP adalah kepemimpinan. “Bukan tidak percaya sama anak buah, Cuma saya selalu pastikan harus turun. Cek, dengar, cek lagi, evaluasi. Kalau salah kita tegur, kalau baik dipuji seperlunya,” jelas mantan direktur Mahaka Media ini.

Troy yang pernah menjadi wakil ketua umum BPP Perhumas itu menjelaskan, hal penting lainnya sebagai seorang Chairman MotoGP adalah harus ada ide original. Sebagai contoh, opening ceremony MotoGP yang menampilkan budaya dalam waktu tujuh menit menjadi perbincangan dan menarik perhatian penonton di seluruh dunia.

“Karena Indonesia merupakan sumber budaya yang cukup royal, bahkan di seluruh dunia yang paling royal dengan budaya adalah Indonesia,” ucap pria asal Jakarta itu.

Tidak itu saja, ia membuat museum MotoGP agar pecinta otomotif dunia bisa mengetahui bagaimana perjalanan balapan MotoGP dari awal hingga saat ini. Troy juga dengan serius memberikan pelayanan terbaik kepada penonton.

Kemudian kehadiran Royal Box MotoGP, kata dia, menjadi yang paling cepat ludes terjual. Troy pun menambah VIP Lounge yang bisa menampung 475 orang. Venue ini menampilkan hal yang beda untuk penonton. Sebab menampilkan tikungan pertama hingga masih bisa menyaksikan beberapa tikungan setelahnya.

”Kemarin di push sampai 480 orang penonton. Dan sangat mungkin pada tahun depan tribun yang lain akan kita gantikan dengan VIP Lounge karena sambutannya luar biasa,” jelas Troy.

Lantas bagaimana persiapan MotoGP Mandalika 2025? Diakui, persiapan mulai dilakukan menjelang akhir tahun 2024. Seperti perpanjangan seluruh kanopi tribun di Sirkuit Mandalika. Untuk ini, Troy mengevaluasi kembali apakah tribun tersebut terisi penuh atau tidak. Dari sana nanti diputuskan apakah akan diganti dengan VIP Lounge atau tetap tribun biasa.

”Semua yang dilakukan InJourney Grup harus memberikan dampak ekonomi. Kami konsisten gelar MotoGP, Aquabike, ataupun event lainnya harus mempunyai dampak terutama ekonomi. Dampaknya bukan hanya untuk Indonesia tapi di daerah, khususnya NTB dengan ajang balapan ini,” tutup dia. (*/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#MotoGP #Konsisten #Mandalika #Ekonomi #vip #ITDC