Memiliki tiga toko cabang perhiasan mutiara di Pulau Lombok tidak mudah dilakukan Lily, owner Lipco Jewelry Mandalika. Semua ini bermula dari teras rumahnya. Banyaknya pelanggan yang berminat secara perlahan membulatkan tekad Lily membuka gerai.
Lombok Tengah.
POTENSI besar dari sumber daya alam mutiara yang melimpah di Lombok, NTB menghantarkan Lily menjadi pengusaha perhiasan dan aksesoris mutiara. Perjalanannya dimulai ketika Lily yang hanya ibu rumah tangga, tidak sengaja mengenakan perhiasan berupa mutiara menarik perhatian tetangga. Lily yang memang menyukai perhiasan mutiara mengenalkan perhiasan tersebut.
“Semua berawal dari teras rumah saya di Mataram, kumpul-kumpul. Pada nanyain, apa ini yang dipakai. Mutiara yang saya tunjukkan ternyata diminati tetangga,” ungkap Lily owner Lipco Jewelry Mandalika pada Koran ini.
Dari teras rumah itu lah, usaha perhiasaan mutiara mulai dibangun Lily. Dirinya yang memang hobi dan terampil membuat rangkaian dan desain perhiasan ternyata menarik minat para kaum hawa. Lambat laun usaha yang dijalani Lily pun kian bertambah pesat.
Banyaknya pelanggan yang berdatangan ke rumah, membulatkan tekad wanita asal Bima ini membuka toko perhiasan kecil-kecilan di Kota Mataram dan merambah ke KLU hingga Mandalika, Loteng.
“Selain di Mataram, juga ada di Senteluk menuju Senggigi dan kini hadir di Kuta Mandalika,” tambah ibu beranak empat itu.
Nama toko yang dipilih Lily adalah Lipco. Kata ini singkatan dari Lily Pearl Collection. Toko perhiasan yang sudah dikenal banyak pelanggan ini sangat mengutamakan kualitas dan menjaga harga mutiara yang ditawarkan pada pelanggan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung besar kecilnya bentuk perhiasan mutiara.
“Produk kami kebanyakan handmade atau buatan tangan. Baik dari emas, perak, berlian dan batu giok. Semua perhiasan ini asli dan bersertifikat,” tegas Lily.
Wanita modis nan cantik ini menuturkan, membangun usaha yang bergelut dibidang perhiasan terutama mutiara tidaklah mudah. Sukses memang tidak bisa diraih dalam sekejap mata. Lily pun membeberkan perjalanannya membangun bisnis ini yang hingga menembus pasar mancanegara.
“Saya jalani semua ini dengan tekun, sabar dan ikhlas,” ucap Lily.
Guncangan hebat yang dialami bisnis ini tatkala dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Dimana saat itu, sebagian besar perusahaan maupun toko-toko beramai-ramai merumahkan para karyawan. Namun tidak bagi Lily, dirinya berusaha mempertahankan karyawan.
“Apapun caranya saya pertahankan, Alhamdulillah ada saja tamu atau pelanggan yang berbelanja saat covid dan hingga kini mereka masih bekerja dengan saya,” kata wanita berambut pirang ini.
Menurutnya, dalam berbisnis sangatlah penting memperhatikan pelayanan kepada pelanggan. Mulai dari menjaga tata krama melayani pelanggan, menjaga kualitas perhiasan, menjaga harga perhiasaan mutiara.
“Jaga komitmen apa yang sudah kita janjikan pada pelanggan dan rekanan kerjasama maka harus ditepati,” tutup Lily. (LESTARI DEWI/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post