Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Ekstrem, Volume Sampah Lombok Tengah Mencapai 1-2 Ton Per Hari

Lestari Dewi • Senin, 16 Desember 2024 | 12:25 WIB

 

TERBAWA BANJIR: Masyarakat bersama anggota TNI berjibaku membersihkan sampah yang menyumbat jembatan akibat terbawa arus air sungai usai hujan di Dusun Benjor, Desa Penujak, Loteng.
TERBAWA BANJIR: Masyarakat bersama anggota TNI berjibaku membersihkan sampah yang menyumbat jembatan akibat terbawa arus air sungai usai hujan di Dusun Benjor, Desa Penujak, Loteng.
 

LombokPost-Cuaca ekstrem menyebabkan volume sampah meningkat di Lombok Tengah (Loteng), dari sampah rumah tangga hingga yang terbawa arus sungai.

”Sekitar satu hingga dua ton per hari, kebanyakan juga sampah kiriman dari utara ke tengah Kota Praya,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Loteng Lalu Sarkin Junaidi pada Lombok Post, Minggu (15/12).

Ia mengimbau kepada masyarakat Loteng untuk bergotong royong membersihkan sampah yang menyumbat jembatan di atas sungai maupun saluran air irigasi.

Jika dibiarkan berpotensi menimbulkan penyakit dan bencana.

Sampah juga menumpuk di sejumlah titik, kebanyakan di pinggir jalan raya, yang merupakan pembuangan sampah ilegal.

Sayangnya, Dinas LHK belum memiliki anggaran untuk penambahan kontainer sampah.

Menempatkan kontainer di pinggir jalan, harus melalui izin pemilik lahan.

Karena itu, Sarkin meminta warga yang membuang sampah di titik tersebut, agar tidak dilakukan di atas pukul 08.00 Wita.

“Mobil sampah yang lewat ini kan sebelum jam 7 pagi, ketika melintas pasti diangkut. Makanya sebelum jam 7. Ini memudahkan teman-teman untuk mengangkut dan kondisi pinggir jalan tetap bersih dari tumpukan sampah,” tegasnya.

Sementara itu, masyarakat Dusun Benjor, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat bersama TNI gotong royong membersihkan jembatan penghubung dari tumpukan sampah yang menutupi saluran air.

”Kami mengajak warga untuk bersama-sama turun ke sungai membersihkan sampah yang sudah menumpuk di sekitar jembatan. Tumpukan sampah yang menghalangi saluran air ini dapat memperburuk kondisi jembatan, bahkan nantinya dapat menimbulkan bencana banjir,” ujar Babinsa Penujak Serma Lalu Suasta.

Baca Juga: Razia Kos-kosan, BNN Kota Mataram Temukan Mahasiswa dan Seorang LC Positif Narkoba

Dengan menggunakan alat seadanya dan semangat gotong royong, Babinsa bersama warga turun ke sungai mengangkat berbagai macam tumpukan sampah organik maupun non organik yang menutupi jembatan.

”Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dengan gotong royong bersama warga, kami dapat menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur yang ada di desa,” katanya.

Dia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan menjaga kebersihan lingkungan.

”Semoga ke depan kegiatan gotong royong ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan warga semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan untuk mencegah masalah serupa di masa depan,” tutup Suasta. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#sampah #sungai #Loteng #bersih #Lahan #lhk #izin #cuaca #Gotong Royong #TNI