LombokPost-Viral video di media sosial, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah (Loteng) tewas ditusuk rekan kerjanya di Malaysia pada Minggu (15/12) lalu.
Terduga pelaku diketahui sudah diamankan kepolisian setempat.
Kepala Desa Pendem Hasan Basri yang dikonfirmasi Lombok Post membenarkan kabar tersebut. Korban merupakan warganya, bernama Ahmad Rifa'i usia 27 tahun.
Bekerja di ladang sawit sebagai mandor selama tiga tahun terakhir.
“Benar almarhum adalah warga kami,” ungkapnya, Rabu (18/12).
Dari informasi yang diperoleh, kata dia, korban ditikam pelaku dari belakang.
Saat itu korban sedang menerima panggilan video dari keluarga.
“Keluarga video call pukul 17.00, Minggu sore. Sedang video call tiba-tiba handphone korban mati, menjelang magrib dikabarkan bahwa korban meninggal dunia,” terangnya.
Berdasarkan penuturan keluarga korban, ungkap Hasan, tidak ada masalah krusial antara korban dan pelaku belakangan ini.
Namun, keduanya sempat bersitegang beberapa bulan lalu. Saat itu, pelaku hendak menggali parit untuk saluran air.
Pelaku yang membawa alat berat terhalang sepeda motor korban.
“Pelaku ini anak buahnya almarhum, meminta motor korban untuk digeser tapi tidak dilakukan hingga akhirnya kena badan alat berat ini,” jelas Hasan.
Saat ini, pihak desa bersama BP3MI NTB dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB sedang memproses pemulangan jenazah.
Walau melalui jalur non prosedural, pemerintah berupaya memulangkan warganya dalam waktu dekat.
”Informasinya hari Jumat tiba ke rumah duka, semua diurus BP3MI dan tidak ada biaya yang dikeluarkan keluarga untuk pemulangan jenazah,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Loteng Supiandi mengaku belum mendapat informasi resmi terkait berita ini.
Namun pihaknya segera mengonfirmasi pada pihak BP3MI.
“Kami menunggu informasi resmi dari BP3MI, biasanya setelah kejadian ada visum dan sebagainya yang disampaikan kedutaan pada BP3MI, selanjutnya diinfokan ke kami,” singkatnya. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida