LombokPost-Pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Tengah (Loteng) terpilih, Lalu Pathul Bahri dan HM Nursiah menjanjikan perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur di Gumi Tastura.
Nursiah mengatakan, pihaknya telah menyusun visi misi berdasarkan empat tahun periode Pathul-Nursiah memimpin Loteng pada 2021-2024.
Pathul-Nursiah bersyukur, dalam empat tahun memimpin Loteng diakui cukup baik oleh pusat maupun provinsi.
Ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan prestasi pada sektor tertentu.
”Seperti pertumbuhan ekonomi, pengelolaan UMKM, produk-produk, SDM, pengelolaan stunting, kemiskinan dan infrastruktur. Keberhasilan di bidang itu menjadi acuan kita untuk menyepakati visi misi Pathul-Nursiah 5 tahun ke depan,” katanya pada wartawan, Minggu (22/12).
Ia menuturkan, visi misi yang disusun tersebut menjadi acuan menghasilkan RPJMD ketika dilantik pada bulan Februari 2025.
Dan, pada periode kedua Pathul-Nursiah akan meningkatkan kualitas sumber daya menuju generasi emas.
Artinya, generasi emas untuk kualitas SDM akan berkaitan dengan pendidikan formal sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.
”Ada pendidikan TK, SD, SMP. Nah, yang informal bagaimana peningkatan SDM berkaitannya dengan UMK. Termasuk juga digitalisasi bagi milenial yang memiliki potensi. Kami juga akan melakukan penyiapan tenaga kerja,” beber mantan Sekda Loteng ini.
Politisi Golkar ini menyebutkan, kualitas SDM menjadi referensi menghasilkan program RPJMD untuk mewujudkan tagline Pathul-Nursiah, "Lombok Tengah Masmirah".
“Termasuk peningkatan BLK (balai latihan kerja, red) dengan 17 jenis program yang cukup diminati masyarakat Lombok Tengah,” terang wabup.
Selanjutnya, meningkatkan manajemen, akses pasar tenaga kerja sesuai dengan program yang telah dilakukan.
Kemudian pengembangan penghafal Al-Quran yang sudah menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Mataram dan Universitas Al Azhar Mataram.
“Kemudian SDM terkait dengan stunting dan kemiskinan. Bagaimana IPM kita yang bersumber dari program pendidikan dan kesehatan termasuk pendapatan perkapita untuk menghasilkan SDM yang Masmirah,” jelasnya.
Adapun kualitas infrastruktur, sambungnya, juga menjadi perhatian Pathul-Nursiah.
Dikatakan, progres jalan kabupaten saat ini telah mencapai 88 persen dengan status mantap.
Sebab itu, sisa 12 persen ini menjadi prioritas pada tahun tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 hingga jalan kabupaten selesai dengan kualitas mantap.
“Segera kita perbaiki agar 100 persen jalan mantap,” tutup Nursiah. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida