LombokPost-Jembatan di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat hampir putus. Kondisi ini disebabkan hujan deras pada pekan lalu, yang membuat arus sungai Desa Kateng meluap. Jembatan sepanjang 30 meter tersebut menghubungkan delapan dusun di Desa Kateng.
”Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang lamban menangani persoalan ini. Padahal, sejak beberapa hari yang lalu kami sudah laporkan ke kepala Dinas PUPR Lombok Tengah untuk menerjunkan alat berat membersihkan ranting kayu yang tersumbat di jembatan itu,” kata Anggota Komisi I DPRD Loteng Lalu Galih Setiawan pada wartawan, Sabtu (28/12).
Ia menyayangkan, lambannya respons pemda. Galih khawatir jika semakin lama dibiarkan, jembatan bakal menghadapi kerusakan serius. “Makanya kami sangat menyayangkan hal itu. Coba dari kemarin cepat menanggapi laporan masyarakat,” keluhnya.
Menurut Galih, jalan tersebut tak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah karena statusnya merupakan jalan embung milik Balai Wilayah Sungai (BWS). “Hasil koordinasi saya dengan dinas terkait, secepatnya akan menerjunkan alat berat untuk membersihkan ranting kayu yang tersumbat di jembatan itu,” cetus Galih.
Dewan Dapil IV Loteng ini mengaku, sering mendapatkan masukan dari masyarakat akibat kondisi jalan tersebut. Disampaikan ketika reses maupun pertemuan non formal. “Makanya ini akan menjadi perhatian saya sebagai anggota dewan. Dan ini harus menjadi atensi pemda,” tegasnya.
Terpisah, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri menuturkan, kondisi ini telah ditangani dinas terkait. Untuk membersihkan sisa-sisa kayu terbawa arus sungai yang menghambat aliran air di bawah jembatan. “Tanah yang tergerus arus sungai juga diatasi dengan memasang tumpukan pasir karung untuk sementara ini,” singkatnya. (ewi/r11)
Editor : Akbar Sirinawa