Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cantiknya Kreasi Tas Ketak Berhias Kerang Laut, Diminati Pasar Domestik dan Luar Negeri, tapi Terkendala Bahan Baku

Lestari Dewi • Sabtu, 18 Januari 2025 | 08:41 WIB

 

DIMINATI PASAR LUAR NEGERI: M Jalaludin menunjukkan sejumlah koleksi kerajinan tas ketak berhias kerang laut miliknya di Dusun Jembe Barat, Desa Saba, Kecamatan Janapria, Loteng.
DIMINATI PASAR LUAR NEGERI: M Jalaludin menunjukkan sejumlah koleksi kerajinan tas ketak berhias kerang laut miliknya di Dusun Jembe Barat, Desa Saba, Kecamatan Janapria, Loteng.
 

Berbagai cara dilakukan pengrajin untuk mengkreasikan ide dalam membuat tas dari anyaman rotan ketak agar terlihat unik dan menarik. Seperti yang dilakukan M Jalaludin, warga Dusun Jembe Barat di Janapria yang memadukannya dengan aneka kerang laut. Berikut ulasannya.

Lombok Tengah.

TERAS rumah disulap M Jalaludin menjadi showroom hasil kerajinan miliknya yang sederhana. Sejumlah etalase kaca berukuran besar memuat puluhan tas anyaman dari rotan atau ketak. Selain tas, ada pula anyaman berupa keranjang lengkap dengan tutupnya dari berbagai ukuran. Menarik perhatian adalah hiasan yang disandingkan dengan tas ketak milik pria asal Dusun Jembe Barat, Desa Saba, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah (Loteng) ini.

Agar terlihat berbeda dan unik dari yang lain, Jalaludin mengkreasikan anyaman tas dengan hiasan kerang laut. Tas ketak yang awalnya biasa-biasa saja kini terlihat cantik dan mewah. Bahkan menjadi salah satu produk kerajinan yang laris dan diburu pelanggan di pasar domestik maupun luar negeri.

“Produk ini paling banyak diminati di Pulau Bali dan Yogyakarta hampir setiap hari dikirim, belum lama ini saya kirim ke Filipina dan Inggris juga,” ungkap Jalaludin pada Lombok Post.

Inisiatif menggunakan kerang laut diawali dari coba-coba. Setiap ia pergi berlibur ke kawasan pantai, kerap mencari kerang-kerang laut yang terbawa ombak ke pesisir pantai. Hingga membeli langsung dari warga sekitar yang mengumpulkan kerang laut. Namun karena tidak selamanya mendapatkan yang bagus sesuai keinginan, ia membeli secara grosiran di Surabaya melalui platform belanja online.

”Harganya kisaran Rp 30 ribu per kilogram dengan macam-macam aneka kerang, ini lebih mudah kita dapat tidak capek mencari ke pesisir pantai,” jelasnya.

Dalam pembuatan kerajinan tas anyaman ini, dirinya melibatkan tenaga kerja dari tetangga sekitar, terutama ibu-ibu. Untuk mendapatkan upah membuat tas, para tenaga lokal diajarkan cara menganyam yang memakan waktu cukup lama. Jika hasil anyaman sudah rapi dan bagus, barulah ia libatkan dan membayar upah tenaga lokal.

“Yang awalnya ibu-ibu ini hanya duduk kumpul-kumpul, kita ajak menganyam untuk mengisi waktu luang. Lambat laun kita berikan upah ketika hasil anyaman mereka laku, kini jadi mata pencaharian,” terang Jalaludin.

Selain kerang laut, dirinya juga mulai kesulitan memperoleh bahan baku kayu rotan atau ketak. Selama ini dia memperoleh bahan baku setengah jadi dari luar daerah, secara tidak langsung menambah biaya operasional yang dibebankan pada nilai jual produk. Untuk rotan harganya Rp 35 ribu per kilogram, sedangkan kulit anyaman seharga Rp 105 ribu per kilogram.

“Kalau mau lebih murah, seharusnya beli yang bahan mentah. Tetapi kita juga dihadapkan sulitnya mesin pemecah kayu rotan. Di Pulau Sumbawa dan Lombok ada sebenarnya tapi jumlahnya sedikit, kita datangkan dari Pulau Jawa,” beber dia.

Mewakili perajin rotan di Loteng, Jalaludin berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk bantuan berupa mesin pemecah kayu rotan. Sehingga bisa memangkas biaya modal dan operasional. Selain itu, diharapkan keterlibatan pemda dalam pemasaran hasil produk kerajinan lokal.

“Kita kaya menghasilkan aneka kerajinan rotan dan berharap ekspornya itu langsung dari Lombok, tidak lewat daerah lain,” tutup dia. (LESTARI DEWI/r11)

Editor : Rury Anjas Andita
#KERANG LAUT #Loteng #unik #ketak #anyaman #rotan #tas #kerajinan