Selain pekarangan jadi cantik dan sejuk, menanam pohon anggur dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas udara.
Terpenting, meningkatkan penghasilan warga dari hasil panen.
Itulah yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Desa Ketara di Kecamatan Pujut.
-----------------
SEJUK dan asri, itulah yang dirasakan Lombok Post ketika tiba di pekarangan rumah Lalu Muhamad Jazuli Esma Barata di Dusun Bagik Puyung, Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng).
Teriknya panas matahari sedikit berkurang, dihalangi daun-daun anggur yang merambat di setiap rangka kayu bertali.
Menopang sejumlah ikatan buah anggur berwarna hijau yang menjuntai tepat di atas kepala.
Jazuli getol menanam anggur setahun belakangan.
Anggur merupakan tanaman buah yang merambat dan dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah. Selain itu tanaman ini dapat dipanen dalam rentang waktu 90 sampai 100 hari.
“Saya berkeinginan mewujudkan kampung wisata anggur, yang dimulai dengan menanam di pekarangan rumah masing-masing,” ungkapnya, Jumat (17/1).
Menurutnya, ini adalah langkah positif untuk menjadikan Desa Ketara sebagai kampung agrowisata hortikultura melalui penanaman anggur. Manfaatnya bukan hanya mempercantik dan menyejukkan pekarang. Namun ikut menjaga kualitas ekosistem dan udara.
“Ini juga cara kita meningkatkan penghasilan masyarakat di desa,” ujarnya.
Ia melihat, potensi Desa Ketare untuk dijadikan sebagai kampung wisata anggur merupakan langkah terbaik.
Sehingga perlu dilakukan pembinaan kepada para pemuda melalui kelompok tani (poktan) maupun kelompok sadar wisata (pokdarwis).
“Dengan mengembangan kampung wisata anggur diharapkan dapat menarik wisatawan domestik dan internasional sebagai nilai jual yang positif bagi masyarakat,” tambah Jazuli.
Nantinya, kampung wisata anggur Desa Ketare akan menawarkan berbagai fasilitas dan aktivitas.
Seperti, perkebunan anggur yang terbuka untuk umum yang ditanam di setiap pekarangan rumah warga.
Hal ini sekaligus jadi wadah edukasi tentang budi daya anggur maupun tempat pengolahan serta penjualan produk olahan anggur.
Kemudian, menjadikannya sebagai area piknik dan rekreasi keluarga dengan menawarkan paket wisata petik anggur sebagai pengembangan kampung wisata.
“Diharapkan nantinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui penjualan produk anggur dan jasa wisata dan menciptakan lapangan kerja baru dalam bidang pariwisata dan pertanian,” bebernya.
Sementara itu, Babinsa Desa Ketare Serka Supriadana mengatakan, rencana pengembangan Desa Ketara menjadi kampung wisata telah melakukan pembenahan dan penanaman pohon anggur berbagai jenis tersebar pada 14 dusun desa setempat.
”Rencana pengembangan dan pembenahan ini akan kami laksanakan bersama perangkat desa dalam beberapa tahap, seperti mengkoordinir bibit anggur untuk dibagikan kepada warga yang sebagian belum menanam anggur,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini, masyarakat sangat antusias dengan rencana pengembangan Desa Ketara menjadi Kampung Wisata Anggur agar dapat bersaing di dunia pariwisata seperti desa-desa wisata yang ada di Gumi Tastura.
“Kami berharap masyarakat desa menyambut baik kegiatan ini agar dapat meningkatkan kesejahteraan serta untuk mempromosikan pesona wisata Desa Ketara di seluruh Indonesia,” tutup dia. (Lestari Dewi/r11)
Editor : Kimda Farida