LombokPost-Atap ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jonggat, Kecamatan Jonggat, Loteng ambruk, Minggu (2/2) lalu.
Hal itu diakibatkan hujan disertai angin kencang serta kondisi atap yang termakan usia.
“Enam ruang kelas yang ada dideretan ini memang tidak terpakai karena kondisi atap yang tak memungkinkan. Betul saja, ambruk pada Minggu (2/2) lalu,” ungkap Kepala SMP Negeri 2 Jonggat Mahyun, Senin (3/2).
Usia gedung sekolah pada enam ruang kelas ini sudah 50 tahun.
Rehabilitasi ruangan pun ringan-ringan saja. Tidak menyeluruh ke bagian atap maupun kerangka jendela dan pintu sekolah.
“Sebagian ruang hanya dikeramik, nah yang ambruk ini ruangan kelas aslinya sejak dibangun, kayu jendela dan pintu tidak pernah diganti,” tambahnya.
Sejak tak difungsikan, para siswa untuk tiga kelas diungsikan ke ruang kelas lain yang kondisinya dianggap masih layak dan aman.
“Kita pindahkan ke lantai dua sebagian, ada kelas VIII B dan E dan IX A,” cetus dia.
Ia tegaskan, kondisi sekolah yang berada di samping Lapangan Puyung ini sudah pernah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng sejak enam bulan lalu.
Namun belum ada perkembangan dari hasil laporan itu.
“Kita lapor ke kabid SD/SMP, tidak ada (progres, Red),” katanya.
Pada kesempatan itu, Mahyun pun mengajak koran ini berkeliling melihat kondisi sekolah seluas 85 are itu.
Sejumlah ruang kelas dibagian belakang gedung bertingkat sebagian besar atapnya juga nyaris rusak.
Bahkan pada ruang kelas 7 tampak atap sekolah berbahan genteng tidak lurus. Namun mau tidak mau tetap difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Terlihat agak melengkung ke bawah, kayu usuknya tidak kuat menyangga atap genteng. Sudah pernah kita perbaiki tapi sebagian,” kata Mahyun.
Bergeser ke gedung depan yang tampak megah ternyata sejumlah ruangan lagi-lagi tidak terpakai.
Dari lima ruangan hanya dua ruangan yang aman dipakai, sedangkan yang lain kondisi atap dak beton telah keropos.
Tulang-tulang besi pun tampak dan disangga sebuah kayu besar dan tebal.
“Setahu saya gedung di lantai dua ini memakan biaya hingga Rp 1,4 miliar. Seharusnya lebih dari 20 tahun bisa dipakai, tapi ini hanya bisa 10 tahun dan empat tahun terakhir tidak kami pakai,” bebernya.
Kepala Disdikbud Loteng Idham Khalid yang dikonfirmasi telah mengetahui kejadian tersebut.
SMPN 2 Jonggat memang sudah masuk dalam usulan perbaikan pada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Berapa anggarannya masih dalam perhitungan konsultan,” kata dia.
Menyoal apakah perbaikan nanti hanya atap ruang kelas yang ambruk atau menyeluruh, diakui Idham akan dilakukan secara bertahap.
“Tentunya nanti bertahap (diperbaiki, red) sesuai dengan anggaran yang diterima dari pusat,” tutup dia. (ewi/r6)
Editor : Kimda Farida