LombokPost-Hingga kini belum ada solusi untuk penangangan jembatan putus di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng). Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng masih butuh waktu sebelum dilaporkan kepada pimpinan daerah.
“Yang jelas tim kami sudah langsung turun ke lapangan. Sekarang masih memperkirakan biaya perbaikannya untuk kami sampaikan pada atasan,” ungkap Kepal Dinas PUPR Loteng Lalu Rahadian yang dikonfirmasi Lombok Post, Senin (24/2).
Berapa besarnya biaya perbaikan, kata dia, akan ditentukan jika sudah ada kejelasan anggaran. Barulah pihak konsultan akan mendetailkan dan mempertajam biaya-biaya perbaikan jembatan yang menghubungkan tiga dusun tersebut. “Termasuk sumber anggarannya dari mana, kami belum bisa pastikan nanti tergantung arahan pimpinan,” jelas dia.
Sementara itu, menyinggung perkembangan proyek jembatan penghubung Desa Kidang di Kecamatan Praya Timur dan Desa Bangket Parak di Kecamatan Pujut, diakui kembali diperpanjang. Proyek ini sebelumnya ditargetkan rampung akhir Desember 2024, kemudian molor hingga akhir Januari 2025. Kini, kembali molor hingga akhir Februari 2025. “Insyaallah tanggal 27-28 Februari ini tuntas,” harapnya.
Ia menjelaskan, pengerjaan proyek jembatan tersendat karena beberapa waktu lalu kembali menghadapi cuaca buruk. Menurutnya manusiawi karena faktor alam. “Saat ini kontraktor sudah mulai kembali mendongkrak tiang baja jembatan yang sempat miring pasca dihantam kayu-kayu yang terbawa arus sungai,” terang Rahadian.
Meluruskan posisi tiang jembatan yang sedikit miring, diakui cukup berat. Sehingga dalam perbaikan ini pihaknya mendatangkan tim pabrikan, sesuai arahan pendamping hukum dan kejaksaan.
Selain itu, selama kesempatan perpanjangan waktu pun perusahaan juga dikenakan denda pengerjaan. “Cuaca buruk tidak hanya mengganggu mereka yang bekerja disini, tetapi mengganggu mobilisasi baja yang dikirim dalam perjalanan,” bebernya. (ewi/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post