Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak Efisiensi Anggaran, Disperindag Lombok Tengah sebut Produk UMKM Lesu Pembeli

Lestari Dewi • Selasa, 25 Maret 2025 | 17:00 WIB
Baiq Yuliana Sapriani
Baiq Yuliana Sapriani

Lombok Post-Kebijakan efisiensi anggaran juga mulai berdampak pada produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lombok Tengah (Loteng). Tidak adanya perjalanan dinas membuat agenda kunjungan ke produk-produk UMKM banyak dibatalkan.

“Tidak ada perjalanan dinas, tidak ada kunjungan dari luar daerah ke Lombok Tengah. Membuat produk-produk UMKM di toko oleh-oleh, sentra IKM jadi lesu dan sepi pembeli,” ungkap Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Baiq Yuliana Sapriani.

Hal ini dikeluhkan UMKM kepada Disperindag Loteng. Omzet mereka menurun sekitar 20-30 persen. Sebagai pembina, ia pun mendorong seluruh pihak di daerah untuk bela beli produk lokal melalui pasar digital.

Sehingga perputaran uang berada di kawasan itu sendiri. “Balik lagi fakta di lapangan, lebih banyak penjual dari pada pembeli. Daya beli masyarakat turun,” imbuhnya.

Yuli menuturkan, kebijakan ini seharusnya tidak dipandang negatif. Melainkan sebagai peluang bagi pelaku usaha khususnya UMKM untuk semakin mandiri dan kreatif. Kebijakan efisiensi dapat menjadi pendorong bagi UMKM agar lebih berdaya saing, termasuk merambah pasar ekspor.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar dalam negeri. Pasar digital membuka peluang yang sangat luas bagi UMKM untuk menjangkau konsumen luar negeri, bahkan dengan modal yang relatif kecil,” ujarnya.

Ia menekankan, dengan strategi pemasaran yang tepat, produk lokal bisa memiliki daya saing di pasar global. Saat ini, banyak platform digital yang memudahkan pelaku usaha untuk menjual produknya ke luar negeri. Kita harus memanfaatkan ini sebaik mungkin,” jelas Yuli.

Yuli menyoroti, di tengah efisiensi ini untuk program pelatihan dari Kementerian masih berjalan atau tidak terlalu berdampak. Sebab pelatihan diberikan agar UMKM siap bersaing di kancah internasional. “Kalau UMKM kita bisa ekspor, ini tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha tetapi juga berdampak pada ekonomi nasional secara keseluruhan,” tutup Yuli. (ewi/r6)

Editor : Rury Anjas Andita
#UMKM #Lombok Tengah #EFISIENSI ANGGARAN #Disperindag