Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikukuhkan, Ini Sejumlah Program Prioritas PKK Loteng

Lestari Dewi • Kamis, 17 April 2025 | 12:05 WIB
Hj Baiq Nurul Aini
Hj Baiq Nurul Aini

Lombok Post-Sejumlah program menjadi prioritas Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lombok Tengah (Loteng) periode 2025-2030.

Salah satunya menuntaskan program kerja yang belum tuntas di periode lalu.

“Alhamdulillah kami baru selesai dikukuhkan, yang jadi prioritas (periode baru, red) adalah melanjutkan hal-hal yang belum tuntas di periode sebelumnya,” ucap Ketua TP PKK Loteng Hj Baiq Nurul Aini pada wartawan usai kegiatan pengukuhan, Rabu (16/4).

Baca Juga: Pullman Lombok Siap Terima Ratusan Pengendara Ducati se Indonesia

Adapun program yang belum tuntas, kata dia, pembentukan kelompok-kelompok dasa wisma yang tahun lalu baru mencapai 25 persen. Periode sebelumnya kelompok dasa wisma ini sempat mati suri, pada periode pertamanya berhasil dihidupkan kembali meski capaian masih kurang.

“Untuk berikutnya di periode ini Insyaallah akan kami tingkatkan,” ujar istri bupati Loteng HL Pathul Bahri itu.

Selain itu, pada kelompok kerja (Pokja) I tentang remaja dimana pernikahan dini terhadap anak-anak masih cukup tinggi di Loteng setelah Lombok Timur.

Menurunkan angka pernikahan ini, TP PKK Loteng berupaya melalui PKK Goes to School, sosialisasi kepada orang tua mengenai cara mereka menjaga dan menerapkan pola asuh pada anak-anak remaja.

“Salah satu penyebab timbulnya pernikahan anak adalah pola asuh yang kurang baik di keluarga,” kata dia.

Baca Juga: Tren Temuan Pascamudik, Suzuki Himbau Pelanggan Manfaatkan Benefit Servis di Bengkel Resmi

Pada Pokja II, lanjutnya, menjadi program unggulan adalah Gelari Pelangi yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi keluarga.

Serta, program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga UP2K yang bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga melalui pendidikan, keterampilan dan pengembangan koperasi.

“Untuk UP2K ini sudah terbentu pada 12 kecamatan namun masih kurang pada tingkatan desa, dalam waktu dekat kami akan turun ke desa-desa untuk membentuk ini (UP2K, red) karena menjadi program unggulan di pusat,” beber ketua Forikan Loteng ini.

Sedangkan pada Pokja III, program Aku Hatinya PKK dengan menggandeng Dinas Perikanan dan Kelautan (Dislutkan) mendorong masyarakat khususnya anak-anak untuk gemar makan ikan.

“Ini kita akan dorong dari tingkat kecamatan hingga ke desa,” cetus Nurul.

Pada Pokja IV, kata dia, PKK Loteng juga fokus menurunkan angka stunting di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Selama ini, intervensi yang dilakukan bersama stakeholder terkait adalah menyerahkan bantuan gizi dalam bentuk mentah.

Cara ini dinilai tidak tepat sasaran lantaran sebagian besar orang tua yang anaknya stunting justru tidak dikonsumi oleh anak.

“Bahkan ada yang jual, ada juga dibagikan atau diberikan ke keluarganya yang lain. Itu yang kami temukan,” beber Nurul.

Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Aktivis LSM Lombok Utara Tersangka Kasus ITE

Sebab itu, pihaknya mengubah pola intervensi dengan membentuk Dapur Sehat dimana kader posyandu dan PKK akan melakukan demo masak makanan bergizi untuk anak stunting.

“Kita hadirkan juga orang tua, sebab menurut hemat kami ini memberikan ide orang tua dalam mengolah makanan yang digemari anak-anak,” terangnya.

Diakui, keseluruhan program ini baru berjalan 40 persen.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Diminta Atensi Pelecehan Seksual dan Judol

Sebab itu pada periode yang baru ini, dirinya menargetkan bisa mencapai 75 persen.

Dengan catatan adanya kerja sama dan keterlibatan stakeholder dan OPD lainnya.

“Mudah-mudahan bis akita tingkatkan lagi,” tutup dia. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #TP PKK #Dikukuhkan