Lombok Post-Bupati Lombok Tengah (Loteng) HL Pathul Bahri melantik 24 kepala desa (kades) terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2025 di Ballroom kantor bupati, Kamis (24/4).
Ini adalah amanah besar dari masyarakat yang harus dijaga, dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan berorientasi pada kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat.
“Tugas pokok seorang kepala desa adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat desa. Maka dari itu dibutuhkan kepala desa yang memiliki integritas, komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan warganya,” kata bupati pada wartawan usia pelantikan.
Dalam menyelenggarakan tugas-tugas ini, sambungnya, perlu diingatkan bahwa kepala desa wajib menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ini sejalan dengan sumpah dan janji yang telah diucapkan 24 kepala desa terpilih.
“Jangan sampai sumpah jabatan itu hanya sekadar formalitas semata,” pesannya.
Orang nomor satu di Gumi Tastura ini menekankan, agar kepala desa berhati-hati dalam pengelolaan keuangan desanya.
Kepala desa adalah pemegang kekuasaan dalam pengelolaan keuangan desa, sehingga harus taat asas. Yaitu, transparan, akuntabel, partisipatif dan disiplin anggaran.
“Saya tidak ingin mendengar ke depan ada kepala desa yang tersangkut masalah hukum karena penyalahgunaan dana desa. Jadikan keuangan desa sebagai alat untuk membangun, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.
Bupati Pathul berharap, kepala desa yang baru dilantik dapat mengembangkan potensi desa dengan inovatif dan kreatif.
Setiap desa memiliki kekuatan dan keunikan masing-masing.
Kepala desa harus mampu menggali dan mengelola potensi desa agar dapat membawa desanya menjadi lebih maju, mandiri dan Sejahtera.
Terpenting, bupati meminta kepada seluruh kepala desa agar merangkul semua elemen masyarakat.
Jangan ada diskriminasi dalam pelayanan.
Perbedaan pilihan saat pilkades adalah hal biasa dalam demokrasi.
Saatnya Bersatu kembali, membangun desa dengan semangat kebersamaan.
“Saya ingin menekankan pentingnya sinergitas, transparansi dan semangat pelayanan. Kepala desa adalah ujung tombak pemerintahan dan garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” terangnya.
Pada kesempatan itu, bupati menuturkan usai pelantikan dan pengukuhan puluhan kepala desa akan mengikuti retreat atau kegiatan pembekalan kepala desa.
Direncanakan digelar di Kampus IPDN NTB sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, serta menyamakan persepsi dalam membangun Gumi Tastura dari desa.
“Saya harap kegiatan itu bisa menjadi momen refleksi pembelajaran dan penyusunan langkah strategis desa yang lebih baik dan terukur,” tutup mantan anggota DPRD NTB ini. (ewi)
Editor : Kimda Farida