Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Begini Pesan Menhut Raja Juli pada Masyarakat Lombok Tengah

Lestari Dewi • Minggu, 18 Mei 2025 | 11:10 WIB
TANAM POHON: Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (pakai sapuk) mengunjungi lokasi Persemaian Mandalika, di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Loteng, Jumat (16/5).
TANAM POHON: Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (pakai sapuk) mengunjungi lokasi Persemaian Mandalika, di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Loteng, Jumat (16/5).

Lombok Post-Kementerian Kehutanan RI mengharapkan pembangunan Persemaian Bibit Mandalika di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) dapat menjadi pusat penghijauan dan menjaga kelestarian hutan di NTB.

Mengingat kapasitas persemaian ini cukup besar yakni lima juta bibit.

“Ini (persemaian bibit Mandalika, Red) diharapkan menjadi salah satu pusat penghijauan di NTB. Kami masih punya tiga lokasi lagi, ada di Dompu, Sumbawa dan Lombok Timur yang kapasitasnya mencapai 1,5 juta bibit,” ucap Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni pada wartawan usai penanaman pohon di Persemaian Bibit Mandalika, Loteng, Jumat (16/5).

Menhut Raja menuturkan, keberadaan persemaian bibit yang telah dibangun di NTB ini juga untuk mendukung program Kebun Bibit Rakyat (KBR).

Bertujuan menyediakan bibit tanaman secara gratis kepada masyarakat.

Program KBR ini harus diteruskan dan ditingkatkan. Guna menjaga kelestarian hutan. Sebab masa depan hutan saat ini tergantung dari partisipasi masyarakat dalam mengelola kawasan hutan, baik dalam pembibitan hingga penanaman.

“Melalui ini (program KBR mengajak masyarakat, Red) dari menebang menjadi menanam,” ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Kata Menhut Raja, dengan merubah cara berpikir masyarakat maka dapat memaksimalkan fungsi hutan. Hasil hutan pun bisa dinikmati oleh masyrakat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Hutan harus bermanfaat bagi masyarakat dan kelestarian tetap terjaga. Alhamdulillah saya juga sempat berdiskusi dengan kelompok tani, mereka bisa mendapat manfaat, ada yang berhaji dan sebagainya,” terang Menhut Raja Juli.

Wakil Bupati Loteng HM Nursiah mengatakan, walau kehutanan ini menjadi ranah provinsi namun daerah tetap berkewajiban memberdayakan masyarakatnya.

Dengan melibatkan sejumlah OPD, seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selain itu, daerah juga ikut andil melakukan program orang tua asuh pohon yang ditanam PDAM Tirta Ardhia Rinjani, reboisasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kita tetap menyelaraskan program dari pusat, provinsi hingga kabupaten,” imbuhnya.

Politisi Golkar ini mendukung apa yang menjadi perhatian Kementerian Kehutanan RI.

Dengan mengajak masyarakat untuk masuk dalam kawasan hutan dengan memaksimalkan hasil hutan dan kelestarian tetap terjaga.

“Tanaman produktif yang ditanam bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan hutan tetap terjaga,” ucap politisi Golkar ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dyah Murtiningsih mengatakan, persemaian modern telah dibangun di tujuh lokasi.

Antara lain, Pusat Persemaian Mentawir IKN (Ibu Kota Nusantara), Pusat Persemaian Rumpin Jawa Barat, Pusat Persemaian Toba Sumatera Utara, Persemaian Liang Anggang (PLA) Kalimantan Selatan, Persemaian Likupang Sulawesi Utara, Persemaian Labuan Bajo NTT dan Persemaian Mandalika NTB.

“Untuk di NTB sendiri, sudah ada beberapa tempat produksi bibit, seperti Persemaian Pringgabaya, Lombok Timur, dan Persemaian Manggelewa, Kabupaten Dompu. Persemaian di dua tempat yang sudah berproduksi inilah yang nantinya akan memenuhi kebutuhan pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan di NTB,” ungkapnya.

Mengenai kapasitas persemaian bibit Mandalika hingga lima juta bibit, kata Dyah, kembali lagi pada sumber pendanaan. Sebab tidak mungkin pihaknya akan menyemai bibit dalam jumlah banyak jika anggaran tidak ada. Selain itu, setelah bibit siap tanam harus jelas akan ditanam dimana.

“Tidak mungkin juga kita buat bibit banyak, tapi siapa yang akan menanam. Sehingga alokasi perencanaan ini kita sesuaikan dengan kebutuhan,” imbuh Dyah. (ewi/R6)

 

Editor : Kimda Farida
#HM Nursiah #Lombok Tengah #Mandalika #menteri kehutanan #tanam pohon #raja juli antoni #Pujut #bibit #Wakil Bupati Loteng #Persemaian