Lombok Post- Pemerintah Desa Rembitan di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) berharap pemerintah memperbaiki jalan dari dan menuju lokasi Persemaian Bibit Mandalika.
Usulan ini pun sudah sering diutarakan setiap momen musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang) kecamatan hingga daerah.
“Karena ini menjadi satu-satunya jalan utama yang menghubungkan Desa Rembitan, Desa Prabu dan Desa Tumpak. Ini adalah akses yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ungkap Kepala Desa Rembitan Lalu Minaksa pada Lombok Post ini, Minggu (18/5).
Baca Juga: Lukisan Raden Saleh 'Kebakaran Hutan' Muncul di MV Terbaru BTS JIN, Jadi Sorotan Dunia
Terlebih dengan keberadaan pembangunan Persemaian Bibit Mandalika, pemerintah desa sering mendapat pertanyaan hingga demo aksi soal perbaikan jalan sepanjang enam kilometer (Km) ini.
“Kondisi perjalanan kian hari semakin parah, apalagi sering dilintasi juga oleh dam truk dan kendaraan lain. Selain diperbaiki, kami juga harap diperlebar, karena yang sekarang terlalu sempit,” bebernya.
Rusaknya jalan ini sudah dialami warga sejak empat tahun terakhir.
Awalnya warga berharap dengan dibangunnya persemaian bibit disini sekaligus memperbaiki akses jalan berstatus kabupaten tersebut. Namun kenyataannya tidak ada.
“Seharusnya jalan ini juga menjadi skala prioritas pemerintah, tapi sampai detik ini (tidak ada perbaikan, Red),” imbuh Minaksa.
Baca Juga: Pemda KLU Luncur Kampanye Desa Wisata, Bentuk Komitmen Pemerintah Bangun Pariwisata
Dikatakan, jalan penghubung desa ini sudah pernah dihotmik era kepemimpinan Suhaili FT.
Tetapi menjadi rusak karena kerap dilintasi alat berat, dam truk dan kendaraan lain kala pembangunan jalan bypass BIL-Mandalika.
“Kan alat beratnya lewat sini semua untuk bangun jalan bypass,” kata dia.
Menyoal dampak keberadaan Persemaian Bibit Mandalika, Minaksa dianggap cukup berdampak positif.
Mulai dari keterlibatan tenaga kerja lokal, hingga meningkatkan kesadaran bagi warga dalam mencintai lingkungan.
“Disini sudah menyediakan bibit, warga bisa meminta di persemaian secara gratis untuk ditanam di lahan non produktif terhadap pertanian, hingga pekerja lokal dari tiga desa ini,” terang Minaksa.
Persoalan jalan rusak ini pun sempat diutarakan pemerintah desa saat berdialog dengan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni yang berkunjung ke sana.
Baca Juga: Update Perkembangan Harga Bahan Pokok NTB Terbaru Senin 19 Mei 2025
Dia berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pemangku kepentingan terkait.
“Oke nanti kita sampaikan,” singkatnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida