Lombok Post-Puluhan warga antusias membeli bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) NTB.
Kegiatan tersebut menjual berbagai bahan pangan dan bahan pokok bersubsidi seperti beras, minyak goreng, gula, daging ayam, cabai rawit, bawang, dan telur yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Salah seorang warga Sumarni mengaku, sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini terutama menjelang perayaan Idul Adha.
Walau selisih harga tidak terlalu besar, namun sangat membantu dirinya untuk membeli bahan pangan yang lain.
“Saya sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Harga-harga menjelang perayaan lebaran kan biasanya naik, jadi dengan adanya pasar murah ini, kami bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih terjangkau,” ucap dia usai berbelanja, Selasa (20/5).
Kepala Desa Tanak Awu Lalu Wisnu Wardana menambahkan, antusias warga menghadiri kegiatan ini cukup luar biasa.
Artinya, warga benar-benar membutuhkan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau atau lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Semangat sekali saya lihat, semakin siang semakin ramai datang, bahkan ada yang sudah belanja pagi, eh datang lagi bersama ibu-ibu lainnya,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Diskepang NTB H Aidy Furqon menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang lebaran.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang hari raya. Selain itu, dengan adanya program ini, kami juga ingin memastikan ketersediaan pangan tetap aman,” ujar mantan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTB itu.
Aidy menuturkan, naiknya harga pangan biasanya dipicu dengan naiknya harga cabai rawit. Sehingga memerlukan program yang bisa fokus mengintervensi kenaikan harga cabai rawit.
“Kita selalu upayakan untuk bisa selalu hadir pada masyarakat untuk ini (gerakan pangan murah, Red) dengan menggandeng mitra-mitra agar harga pangan terjangkau,” tutup dia. (ewi/R6)
Editor : Kimda Farida