Sapi jenis Simental milik Ahmad Syamsir terpilih menjadi salah satu sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto. Perawatan sapi berbobot satu ton lima puluh kilogram itu pun bak mendapat fasilitas seorang raja.
---
PENUH syukur dipanjatkan Ahmad Syamsir saat ditemui Koran ini di Lingkungan Kerajak, Sasake, Praya Tengah. Bagaimana tidak, Wisang Geni sapi jenis Simental miliknya terpilih menjadi sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk perayaan Idul Adha 1446 Hijriah.
Sapi berbobot satu ton lima puluh kilogram itu dibanderol Rp 120 juta dengan kalkulasi daging mencapai 600 kilogram.
Ahmad Syamsir fokus merawat Wisang Geni sejak tahun 2023, saat itu bobot sapi ini masih sekitar 800 kilogram. Ikut berpartisipasi pemilihan sapi presiden ini, diakui setelah dirinya mendapat informasi langsung dari Dinas Pertanian Loteng.
“Saya sendiri tidak menyangka bisa terpilih ikut berpartisipasi, ajang ini pun kami menilai sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat dan daerah kepada kami para peternak,” ungkap Ahmad Syamsir belum lama ini.
Di dalam kandang ini dirinya memiliki sepuluh ekor sapi lagi dengan bobot di atas 800 kilogram. Seluruhnya jenis Simental. Dia memang sengaja merawat dan membesarkan sapi jenis ini.
Lantaran pemain di pasar tersebut masih kurang di Pulau Lombok. Kebanyakan peternak sapi memilih merawat sapi Bali.
“Peluang pasar di Simental ini masih sedikit, kebanyakan main di Sapi Bali. Secara ekonomi kalau barangnya sedikit maka yang cari banyak,” ujar pria yang pernah menjadi tenaga honorer itu.
Alumnus Fakultas Teknik Sipil, Universitas Mataram itu mengaku, dalam merawat sapi jenis Simental harus ekstra perhatian. Ia pun berbagi pengalaman bagaimana merawat Wisang Geni yang awalnya berbobot 800 kilogram kini mencapai satu ton lebih.
Dalam pemberian pakannya, dia secara khusus memberikan pakan premium. Jika dirupiahkan senilai Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per hari. Pakan yang dipakai didominasi dengan konsentrat hijau seperti daun turi yang secara khusus ditanam di luar area kandang.
Selain pakan, Saymsir juga memberikan tepung kedelai sebagai sumber protein sebesar 38 persen.
Lantaran Wisang Geni menjadi sapi kurban presiden, ayah dari dua anak ini memberikan perawatan khusus. Wisang Geni dimandikan tiga kali sehari menggunakan sampo yang wangi dan mencegah gatal.
Tidak itu saja, bak seorang raja, Wisang Geni juga diberikan pijatan. “Kita berikan pijatan agar nanti dagingnya lembut dan empuk,” selorohnya.
Uniknya di dalam kandang dengan sirkulasi sangat baik itu, Syamsir secara khusus memberikan nama-nama sapinya. Jika sapi-sapi yang lain diberikan dengan nama-nama ikon di Provinsi NTB, berbeda dengan sapi kurban presiden satu ini, Wisang Geni.
Diberikan nama Wisang Geni tidak ada filosofi khusus. Nama Wisang Geni diberikan oleh keponakannya yang saat ini menempuh akademi militer (akmil) Angkatan Laut di Pulau Jawa.
Awalnya sapi ini sempat diinginkan oleh keponakannya dan meminta dirinya untuk diberikan nama Wisang Geni. “Ini nama dari letingnya keponakan, Wisang Geni ini nama tokoh pewayangan Jawa,” tukas Syamsir. (lestari dewi/R6)
Editor : Jelo Sangaji