Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bertaruh Nyawa di Jembatan Ambles di Dusun Bare Eleh Lombok Tengah

Lestari Dewi • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:21 WIB
TAK KUNJUNG DIPERBAIKI: Seorang warga melintas jalan di atas jembatan amblas akibat longsor di Dusun Bare Eleh, Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Loteng, Jumat (4/7).
TAK KUNJUNG DIPERBAIKI: Seorang warga melintas jalan di atas jembatan amblas akibat longsor di Dusun Bare Eleh, Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Loteng, Jumat (4/7).

Setiap hari warga Dusun Bare Eleh nekat melintasi jalan yang nyaris putus. Longsor menyisakan jalan setapak sempit, cukup untuk satu motor atau pejalan kaki yang menahan napas setiap kali melangkah. Di balik selembar karung putih dan bilah bambu yang berdiri seadanya, ada bahaya yang siap menelan siapa saja yang lengah. Namun demi sawah, sekolah, dan penghidupan mereka tetap melintas.

----

GUMPALAN awan berwarna abu kehitaman enggan beranjak dari langit Gumi Tastura. Menyisakan rintikan hujan dengan genangan air di setiap jalan. Tampak warga beraktivitas seperti biasa di Dusun Bare Eleh, Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang pagi itu. Lengkap dengan pakaian dan alat pertanian hendak menuju sawah dan kebun.

Namun mendekati gapura perbatasan dusun, mereka yang menggunakan kendaraan motor mulai menurunkan kecepatan. Bahkan, mereka yang berboncengan memilih turun dari motor dan berjalan kaki.

Pada sisi kiri, kerangka kursi berjarak beberapa meter dari bilah bambu yang melintang. Sementara di sisi kanan jalan selembar karung putih bekas terpasang di rumpun bambu kering. Kian mendekat barulah terlihat di balik itu ada bahaya mengintai.

Jembatan penghubung yang melintasi jalan sepanjang tiga kilometer itu amblas akibat longsor pasca digutur hujan beberapa waktu lalu. Parahnya, lubang akibat longsor itu hampir menghabiskan sebagian besar badan jalan. Menyisakan jalan setapak bak melintasi pematang sawah.

Kepala Desa Aik Bual Junaidi menuturkan, jalan ini menjadi akses satu-satunya dilintasi warga dari tiga kabupaten. Baik yang beraktifitas untuk bertani, pendidikan, eknomi maupun pariwisata yang ada di wilayah Kopang khususnya.

“Jalan ini menjadi akses alternatif yang kerap dilalui warga dari Lotim menuju arah Mataram atau Lobar maupun sebaliknya,” kata Junaidi pada wartawan, Jumat (4/7).

Ia menuturkan, akibat amblas jalan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Mereka yang membawa roda empat harus memutar mencari jalan alternatif. Pihak desa sudah melaporkan kerusakan jalan kepada dinas terkait. Namun hingga kini belum ada tindakan perbaikan.

“Kami hanya berharap jalan kabupaten ini segera diperbaiki dan menjadi atensi, guna mempermudah akses warga dalam berbagai sektor,” harapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Ma’ruf mengaku sudah menerima surat pemberitahuan jalan amblas akibat longsor ini. Namun, pihaknya mesti berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganannya.

“Ya mesti koordinasi dengan Dinas PUPR, kemungkinan perbaikan pakai dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Tapi kalau pakai BTT saat ini tidak tersedia, bisa jadi dianggarkan di APBD Perubahan,” timpal Ridwan.

Diakui, lokasi jalan tersebut kerap menjadi langganan longsor dan selalu dilaporkan. Jika kemudian diperbaiki BPBD tidak bisa dilakukan, karena harus ditangani serius. “Perbaikan in ikan bukan hanya butuh semen saja, harus ada cor-coran yang kuat apalagi ini kerap terjadi longsor,” kata dia. (lestari dewi/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#Lombok Tengah #bertaruh nyawa #jembatan ambles