Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pertamina dan Warga Hijaukan Kembali Lereng Desa Tumpak, Bangkitkan Ekonomi dari Hutan Sosial

Kimda Farida • Rabu, 9 Juli 2025 | 09:44 WIB
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan meninjau hutan sosial di Desa Tumpak, Lombok Tengah, hasil kerja sama warga dan Pertamina dalam program perhutanan sosial yang menyentuh aspek lingkungan
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan meninjau hutan sosial di Desa Tumpak, Lombok Tengah, hasil kerja sama warga dan Pertamina dalam program perhutanan sosial yang menyentuh aspek lingkungan

LombokPost--Di lereng perbukitan Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, kini hamparan hijau mulai mendominasi kawasan yang dulu dikenal gersang dan rawan bencana.

Ribuan pohon produktif tumbuh subur berkat kerja sama antara masyarakat dan PT Pertamina (Persero) dalam program perhutanan sosial.

Program ini digagas sejak tahun 2023 oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Lestari bersama Pertamina.

Dengan dukungan dari sisi teknis, finansial, dan energi terbarukan, kawasan ini kini menjadi contoh nyata transformasi lingkungan berbasis komunitas.

Baca Juga: Pertamina Peduli Salurkan Paket Sembako dan LPG untuk 7.676 KK Korban Banjir Mataram

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, yang mengunjungi lokasi pada Senin (8/7), mengapresiasi upaya warga dan menilai program ini layak dijadikan model nasional.

“Ini contoh nyata bagaimana Pertamina bisa berkontribusi menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Program ini patut menjadi model percontohan,” ujarnya.

Mengusung tiga pilar utama—ecology, economy, dan education—program ini tak hanya fokus pada penghijauan, tetapi juga pada penguatan ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Di lahan seluas 96 hektare, lebih dari 30.000 pohon ditanam, satu mata air yang dulu mengering kini mengalir kembali, dan kawasan hutan rusak kini menjadi ruang belajar ekowisata.

Baca Juga: Pertamina Gelar PGTC 2025, Ajak Mahasiswa Berinovasi untuk Energi Berkelanjutan

Tokoh lokal yang menjadi motor gerakan ini adalah Burhanudin, seorang pemuda yang memilih pulang kampung demi menyelamatkan hutan desa.

“Hutan harus kembali tumbuh, meskipun harus kami siram dengan keringat dan air mata,” tuturnya. Kini, Burhanudin dikenal sebagai local hero oleh masyarakat setempat.

Masyarakat pun mulai mengolah hasil hutan menjadi produk bernilai tambah seperti minyak kelapa, briket, dan keripik pisang.

Eduwisata berbasis alam mulai dibuka.

Dengan dukungan Pertamina, rumah produksi mereka kini menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dan baterai 20 kWh—mampu menghemat biaya listrik hingga Rp 14 juta per tahun dan menekan emisi hingga 8,59 ton CO₂eq.

Sebanyak 130 anggota kelompok terlibat aktif. Tak kurang dari 60 warga telah mengikuti pelatihan dan menguasai keterampilan baru.

Kehadiran wisatawan pun mulai menggeliat, dan pendapatan kelompok tani meningkat hingga Rp 60 juta per tahun.

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Kami ingin mewujudkan transisi energi yang inklusif, salah satunya melalui pelestarian hutan berbasis kearifan lokal. Program ini membuktikan bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari desa, oleh masyarakat sendiri,” katanya.

Baca Juga: Pertamina Siapkan 145.560 Tabung LPG 3 Kg Tambahan untuk Long Weekend Tahun Baru Islam di NTB

Kini, kawasan hutan sosial di Desa Tumpak tak hanya berfungsi sebagai penyangga ekosistem sekitar KEK Mandalika, tapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi.

Anak-anak belajar menjaga alam, dan orang dewasa menemukan cara baru untuk menghidupi keluarga tanpa merusak lingkungan.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan berkelanjutan, pohon-pohon di Lombok Tengah tumbuh pelan namun pasti.

Dari akarnya, tumbuh harapan dan keyakinan: hutan yang dijaga bersama, akan menjadi sumber kehidupan yang lestari.

Editor : Kimda Farida
#Program CSR Pertamina #energi terbarukan #pertamina