Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kerugian Petani Tembau Lombok Tengah di Depan Mata, Kemarau Basah Bikin Tanaman Layu dan Menguning

Lestari Dewi • Selasa, 15 Juli 2025 | 20:42 WIB
Beginilah kondisi daun tanaman tembakau yang layu dan menguning usai terendam air hujan beberapa waktu lalu di Dusun Senayan, Desa Dahe, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa (14/7).
Beginilah kondisi daun tanaman tembakau yang layu dan menguning usai terendam air hujan beberapa waktu lalu di Dusun Senayan, Desa Dahe, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa (14/7).

LombokPost-Petani tembakau di Lombok Tengah terancam merugi akibat kemarau basah yang memicu curah hujan tinggi. Tanaman tembakau di sejumlah desa mulai layu dan menguning, sehingga berpotensi menurunkan kualitas panen dan harga jual di pasaran.

“Seperti inilah kondisinya, layu dan menguning usai terendam air hujan sehari semalam beberapa waktu lalu,” ucap Muklilah, salah satu petani tembakau di Desa Lelong pada Lombok Post, Senin (14/7).

Muklilah menjelaskan, layu dan menguningnya daun tembakau ini bisa menurunkan kualitas. Sebab hujan dapat memengaruhi proses pengolahan tembakau, terutama pengeringan dan pewarnaan yang sebagian besar bergantung pada panas matahari.

“Apalagi jika hujan lebat terjadi terutama menjelang masa panen, kualitas tembakau bisa menurun drastis, bahkan menyebabkan gagal panen,” tambahnya.

Kondisi serupa dialami petani tembakau di Desa Dahe, Nurati mengatakan, hampir ribuan hektare tanaman tembakau layu dan menguning di Dusun Senayan. Saat ini memang belum terlihat, tetap ketika cuaca sudah cerah maka daun tembakau menjadi layu dan menguning.

“Karena hujan, disini sampai terendam hanya kelihatan pucuk daun tembakau,” cetus dia.

Petani pun hanya bisa berupaya memberikan obat dan berharap daun-daun tembakau bisa kembali segar. Hasil ini bisa dilihat setelah dua minggu ke depan atau sebulan. “Sudah dikasih obat dan vitamin karena masih bisa diselamatkan,” ucap Nurati.

Dia berharap, jika daun tembakau masih bisa diselamatkan maka tidak akan memengaruhi harga tembakau. Serta dengan segera mendapat bantuan dari pemerintah daerah menanggapi rusaknya tanaman tembakau petani. “Kalau tidak bisa selamat, anjlok harganya,” kata Nurati.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah M Kamrin mengatakan, pada dasarnya pemerintah daerah siap membantu selama petani segera melaporkan kondisi yang dialami, termasuk rusaknya tanaman tembakau di musim kemarau basah ini.

“Kalau pun misalnya terjadi apa (kerusakan, red) dan butuh intervensi, ya harus dilaporkan untuk segera kami formulasikan hala-hal yang bisa kami bantu,” kata Kamrin.

Saat ini, Dinas Pertanian Lombok Tengah masih mendata berapa banyak tanaman tembakau petani yang rusak. Mengingat penanaman tembakau tidak serentak. Namun dia meyakini terjadi penurunan tanam tembakau akibat musim kemarau basah.

Beginilah kondisi daun tanaman tembakau yang layu dan menguning usai terendam air hujan beberapa waktu lalu di Dusun Senayan, Desa Dahe, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa (14/7).
Beginilah kondisi daun tanaman tembakau yang layu dan menguning usai terendam air hujan beberapa waktu lalu di Dusun Senayan, Desa Dahe, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa (14/7).

 “Ada yang duluan menanam, sudah berjalan dua bulan, ada yang baru menanam, bahkan sebagian kecil sudah panen. Nah ini kan perlu di data, kemungkinan luas tanam turun dari 14 ribu hektare pada tahun lalu,” ucapnya. (ewi/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#Lombok Tengah #petani tembakau #tanaman layu #kemarau basah