Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Lombok Tengah Desak Perbaikan Puskesmas dan Sekolah

Lestari Dewi • Rabu, 23 Juli 2025 | 15:33 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost-Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) mendesak pemkab segera memperbaiki fasilitas puskesmas dan sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Desakan itu disampaikan usai inspeksi ke Puskesmas Penujak dan SDN 1 Sengkol di Kecamatan Pujut.

“Kami sudah turun ke dua lokasi, Puskesmas Penujak dan SDN 1 Sengkol, kondisinya cukup memprihatinkan,” ungkap Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Rifai pada wartawan, Selasa (22/7).

Rifai mengatakan, sebagian besar puskesmas berharap adanya penambahan mobil ambulans dan perbaikan halaman. Permintaan tersebut disampaikan puskesmas Penujak, Ganti, Langko dan Janapria. Keempat puskesmas itu menjadi dasar uji petik komisi IV DPRD Loteng.

“Hampir sama mereka minta, tambah mobil ambulans, penataan halaman dan lokasi pengunjung pasien di puskesmas,” cetus politisi PKS ini.

Dalam pembahasan APBD Perubahan ini, pihaknya akan mengusulkan penambahan ambulans sekaligus sesuai jumlah puskesmas di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Sehingga setiap kali kunjungan, tidak melulu itu saja yang diminta puskesmas.

“Sekali-kali kita usulkan, namun mungkin pemberiannya secara bertahap, dalam setahun bisa tiga hingga lima unit per tahun,” bebernya.

Sejumlah puskesmas juga mengharapkan adanya perbaikan kamar mandi dan sebagainya. Menurut dia, persoalan seperti ini tidak melulu diserahkan pada APBD, mereka bisa perbaiki secara mandiri melalui dana kapitasi yang ada di setiap puskesmas.

“Kepala puskesmas juga harus ada inisiatif juga lah, kan ada dana kapitasi untuk perbaiki toilet rusak. Maksudnya hal-hal kecil seperti ini tidak perlu lah diusulkan,” jelasnya.

Sementara hasil kunjungan ke SDN 1 Sengkol, sambung Rifai, sekolah yang didirikan sejak tahun 1927 kondisi gedung memprihatinkan. Sebanyak tiga ruang kelas rusak parah ditambah kamar mandi yang setahun lebih tidak berfungsi sehingga menyulitkan para murid yang hendak buang air besar maupun kecil.

“Kok lucu sekali, setahun WC sekolah tidak bisa dipakai. Siswanya ratusan tapi tidak punya WC, mereka harus keluar sekolah untuk buang air,” sindir anggota DPRD Loteng Dapil Kopang-Janapria ini.

Menghadapi masalah ini, kata Rifai, kepala bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Loteng mengaku perbaikan SDN 1 Sengkol sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp 200 juta. Anggaran ini untuk memperbaiki atap sekolah yang rusak pada tiga kelas.

Seorang guru menunjukkan kondisi atap ruang kelas yang rusak parah di SDN 1 Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
Seorang guru menunjukkan kondisi atap ruang kelas yang rusak parah di SDN 1 Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

“Soal perbaikan toilet, kami juga usulkan agar bisa ditambah perbaikannya. Kemudian pemagaran lingkungan sekolah di bagian belakang belum ada,” jelas Rifai.

Rifai mengaku, anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki SDN 1 Sengkol bisa mencapai Rp 500 juta. Namun diakui, perbaikan dilakukan secara bertahap sehingga pihaknya akan mengusulkan kembali pada APBD Murni Tahun 2026.

“Sisanya di tahun 2026,” tutup Rifai.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Perbaikan #Sekolah #DPRD Lombok Tengah #Puskesmas #Komisi IV