Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketika Babinsa Pantau Lokasi Penggilingan Padi di Sukarara, Lombok Tengah, Cegah Aksi Penimbunan Beras yang Merugikan Masyarakat

Lestari Dewi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:40 WIB
Antsiipasi penimbunan, Babinsa Sukarara Serma Ifan Suntoro memantau langsung lokasi penggilingan padi milik warga di Dusun Batu Kuwur, Desa Sukarara, Jonggat, Loteng, Rabu (6/8).
Antsiipasi penimbunan, Babinsa Sukarara Serma Ifan Suntoro memantau langsung lokasi penggilingan padi milik warga di Dusun Batu Kuwur, Desa Sukarara, Jonggat, Loteng, Rabu (6/8).

Beredarnya kasus dugaan pengoplosan beras medium yang belakangan terjadi, turut menjadi perhatian TNI. Pantauan langsung ke lokasi penggilingan padi dilakukan Babinsa Sukarara di Lombok Tengah. Upaya mencegah aksi penimbunan beras yang merugikan masyarakat.

----

Tumpukan terpal lusuh mulai dibuka satu per satu. Para buruh penggiling padi itu sudah bekerja sejak pagi. Mereka menjemur gabah hasil panen petani sebelum digiling beberapa hari ke depan. Gunungan gabah lalu diratakan dengan alat sederhana mirip cangkul berbahan kayu.

Kesibukan tampak di penggilingan padi milik warga di Dusun Batu Kuwur, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat. Gemuruh mesin giling menelan suara lainnya. Para buruh pun terpaksa saling berteriak saat berkomunikasi. Di tengah hiruk-pikuk itu, Babinsa Sukarara Serma Ifan Suntoro ikut membantu aktivitas buruh.

Kehadiran Babinsa bukan karena pekerjaan sampingan. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat sangat penting saat ini. Apalagi belakangan marak kasus penimbunan dan pengoplosan beras premium yang meresahkan warga.

Upaya pencegahan dilakukan dengan memantau langsung lokasi penggilingan padi warga. Salah satunya di Dusun Batu Kuwur. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab Babinsa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras.

Serma Ifan, sapaan akrabnya, terlihat akrab berkomunikasi dengan pemilik penggilingan dan warga sekitar. Ia memastikan proses penggilingan dan distribusi beras berjalan normal, tanpa indikasi penimbunan.

“Kami rutin melaksanakan pengecekan ke lokasi-lokasi strategis seperti penggilingan padi, agar tidak terjadi penimbunan beras yang bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” ujar Babinsa Sukarara Serma Ifan Suntoro di sela-sela kegiatan.

Selain memastikan tak ada penimbunan, Serma Ifan juga mengimbau pemilik penggilingan turut menjaga ketertiban distribusi beras. Termasuk mendukung langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan pangan nasional.

Danramil 1620-06/Jonggat Kapten Inf Ali Murtono menegaskan, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok. Kehadiran Babinsa bukan semata untuk pengawasan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga kondusifitas wilayah.

“Dengan adanya pengawasan aktif dari Babinsa, diharapkan masyarakat tidak terpancing untuk melakukan praktik-praktik spekulatif, dan roda perekonomian desa tetap berjalan dengan lancar dan sehat,” singkatnya. (*/r7)

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Lombok Tengah #pengoplosan #penimbunan #pantau #Beras #Babinsa