LombokPost-Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Mandiri di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terhambat.
Salah satunya dapur di Dusun Batu Entek, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, yang terkendala masalah koordinat karena tercatat atas dua nama yayasan.
“Dapur MBG ini berada di bawah Yayasan Tangkas Harapan Ummah, pada titik koordinat yang sama ada satu lagi nama yayasan lain,” ungkap Adis selaku pemilik Yayasan Tangkas Harapan Ummah kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/8).
Adis menuturkan, dalam pembangunan dapur MBG ini pihaknya sempat bekerja sama dengan pihak lain.
Namun secara administrasi, terdapat perbedaan nama yayasan meski berada pada titik koordinat yang sama.
Bahkan, oknum yayasan tersebut menggunakan foto-foto dari dapur MBG miliknya untuk syarat publikasi.
“Kita memang sudah sepakat pakai yayasan dan UD dari sini, informasinya sudah masuk, namun selang satu bulan kenapa nama yayasan Tangkas Harapan Ummah tidak masuk, usut punya usut ada oknum yang mengganti nama yayasan dan kami tidak kenal orangnya, yayasannya mana,” terangnya.
Merasa dirugikan, Adis yang sudah mengeluarkan modal hingga Rp 2 miliar mencoba mendaftar mandiri dapur MBG miliknya.
Meski persyaratan mudah dan transparan karena menggunakan sistem, pihaknya terkendala posisi koordinat dapur yang tercatat atas dua nama yayasan.
“Sakit angen, karena ini menghambat operasional, kami yang punya lokasi, dapurnya, ada yayasan tapi kenapa harus pakai nama yayasan lain,” cetus Adis.
Dalam proses pendaftaran, pihaknya sudah bertemu verifikator dari dua yayasan.
Kedua pihak sepakat tidak melanjutkan nama yayasan yang mencatut titik koordinat miliknya. Namun, saat ditelusuri nama yayasan tersebut masih ada.
“Karena kita lengkapi pendaftaran secara mandiri, meski perlahan, segala persyaratan yang sudah dilengkapi mendapat centang hijau di sistem, grade kita mulai naik melambat. Ini karena yayasan tersebut tidak menghapus, ditambah ada oknum yang diam-diam merekam video dan memfoto dapur ini,” beber Adis.
Adis menyebut, lahan SPPG Tangkas Catering seluas 850 meter persegi dengan bangunan 450 meter persegi.
Jika beroperasi, dapur MBG ini siap menyalurkan paket MBG kepada 3.472 siswa mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat.
Belum beroperasinya dapur MBG ini, kata Adis, menjadi beban moral. Sebab, pihaknya sudah bertemu dengan pihak sekolah dan perangkat desa sejak jauh hari.
Pembangunan dapur MBG ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah Prabowo-Gibran, mengingat masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang kekurangan asupan makanan bergizi.
Perwakilan CV Radeva Tangkas Catering Syamsul Bahri menambahkan, pihaknya meminta pemerintah maupun stakeholder terkait mengatensi kendala yang dialami pemilik dapur MBG mandiri.
“Kami minta pihak-pihak MBG bersikap objektif dan memperhatikan masyarakat kecil yang sudah berinvestasi hingga miliaran rupiah. Harapan serapan tenaga kerja dan suplai bahan makanan dan minuman menjadi pupus, Mohon diperhatikan,” tegas dia. (ewi/r7)
Editor : Kimda Farida