Pengelolaan sampah dari rumah tangga sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan dan kelestarian. Dengan memilah dan mengolah sampah di rumah, dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Hal ini getol disosialisasikan Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Supli.
----
Matahari mulai condong ke barat. Di jalan lingkungan yang baru diperbaiki lewat dana pokok pikiran (pokir) DPRD Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) gelaran tikar berbagai ukuran memenuhi sisi jalan.
Warga berdatangan, tua-muda, laki-laki-perempuan, duduk berdampingan. Belasan meter jalan itu pun nyaris tak tersisa ruang kosong.
Mereka hadir mengikuti sosialisasi yang digelar Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Supli.
Nama Supli sudah akrab di telinga warga, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal peduli lingkungan dan para janda.
Sore itu, ia mengangkat tema “Pengelolaan Sampah dari Rumah”. Bagi Supli, ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan, dan kelestarian sumber daya alam.
Dengan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan.
“Serta mencegah pencemaran lingkungan dan bahkan menghasilkan produk yang bermanfaat, seperti kompos, magot dan kerajinan,” ungkap Supli, Kamis (14/8).
Untuk menguatkan pesan, Supli mengajak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng bekerja sama dengan Portir Indonesia Internasional dan Bank Sampah Bumi Sejahtera di Lingkungan Surabaya Gereng, Kelurahan Tiwugalih, Praya.
Para peserta tampak antusias. Selain menambah wawasan, mereka mendapat panduan praktis dari pegiat lingkungan NGO Portir Indonesia Internasional dan Bank Sampah Bumi Sejahtera.
Mereka memaparkan cara mengurangi, memilah, dan mengolah sampah rumah tangga secara tepat.
Supli menuturkan, sosialisasi ini merupakan pokok pikirannya yang dianggarkan melalui APBD 2025. Kegiatan digelar di enam titik, salah satunya di Surabaya Gereng.
“Kenapa pilih di ini, karena Surge (Surabaye Gereng, red) nike berada di pinggir sungai dan menjadi hilir dari saluran irigasi yang melintas sepanjang kelurahan Tiwugalih,” ungkapnya.
Ia menilai, lokasi itu perlu perhatian khusus untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai.
Pengelolaan sampah, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif seluruh warga.
Supli juga menekankan pentingnya peran bank sampah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini mampu membangun kesadaran sekaligus keterampilan warga dalam mengelola sampah, sehingga dampak lingkungan dapat ditekan dan kualitas hidup meningkat.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Surabaya Gereng dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam mengelola sampah dengan baik dan benar,” tutup dia. (*/r7)
Editor : Kimda Farida