LombokPost-Mandalika Grand Prix Association (MGPA) merilis jadwal lengkap MotoGP Mandalika 2025 yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika. Jadwal ini memuat seluruh rangkaian acara, mulai sesi latihan hingga balapan utama. Gelaran MotoGP Mandalika 2025 diselenggarakan selama empat hari, Kamis (2/10) hingga Minggu (5/10).
Hari pertama, Kamis (2/10), diawali dengan uji coba dan inspeksi lintasan. Aktivitas dimulai pukul 12.45 Wita dengan Track Technical Test, dilanjutkan Track Safety Inspection pukul 14.30 Wita. Para pembalap kemudian menjalani Riders Track Familiarisation hingga pukul 16.00 Wita, ditutup konferensi pers pada pukul 16.00 Wita.
Hari kedua, Jumat (3/10), diisi sesi latihan bebas. Kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP menjalani Free Practice 1 bergantian mulai pukul 09.00 Wita. Latihan berlanjut hingga sore, dengan MotoGP kembali ke lintasan untuk Practice pukul 15.00-16.00 Wita. Hari itu ditutup Media Laps pada pukul 17.00 Wita.
Hari ketiga, Sabtu (4/10), menjadi puncak ketegangan sebelum balapan utama. Sesi kualifikasi untuk seluruh kelas berlangsung sepanjang hari menentukan posisi start. Puncak acara adalah Tissot Sprint Race MotoGP pukul 15.00 Wita, di mana pembalap bersaing dalam 13 putaran yang krusial untuk meraih poin.
Hari keempat, Minggu (5/10), menjadi puncak kemeriahan MotoGP Mandalika 2025. Agenda dibuka balapan kedua Idemitsu Asia Talent Cup pukul 09.45 Wita, dilanjutkan Warm Up MotoGP dan Riders Parade pukul 10.45 Wita. Balapan penuh dimulai dengan Moto3 pukul 12.00 Wita (20 laps), Moto2 pukul 13.15 Wita (22 laps), dan balapan utama MotoGP Grand Prix pukul 15.00 Wita (27 putaran).
“Dengan jadwal yang padat ini, kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan sukses, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para penggemar balap motor di Indonesia dan seluruh dunia,” kata Direktur Utama MGPA Priandhi Satria kepada wartawan, Senin (15/9).
Menurutnya, kesiapan penyelenggaraan tidak hanya soal balapan, tetapi juga aspek non-race yang melibatkan banyak pihak, mulai stakeholder, pelaku UMKM, marshal, hingga pelajar. Koordinasi terus dilakukan intensif.
“Kesiapan race selalu siap, non-race juga berjalan dengan baik. Koordinasinya tinggal yang kecil-kecil,” ujar Andhi, sapaan akrabnya.
Andhi menjelaskan, semua aspek infrastruktur, mulai tribun penonton, tata letak paddock, hingga fasilitas elektronik sudah masuk tahap akhir. Meski begitu, beberapa elemen masih menunggu kelengkapan dari Dorna Sports selaku promotor MotoGP.
Ia menambahkan, tribun A sampai E, serta F hingga K dan area grandstand sudah rampung, beberapa bahkan direnovasi ulang dan ditambahkan penutup. “Kalau khawatir ya pasti ada, tapi kita harus terus dorong agar event ini semakin besar. Semua pihak, termasuk media, harus ikut membantu membesarkan MotoGP Mandalika,” tambahnya.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menambahkan, jumlah tiket yang disiapkan sama seperti tahun lalu, yakni lebih dari 121 ribu lembar. Untuk Royal Box, seluruh tiket sudah terjual. Sementara penjualan umum baru sekitar 30 persen, namun ia optimistis angka itu akan melonjak menjelang hari penyelenggaraan.
“Biasanya di detik-detik terakhir baru meningkat. Seluruh pembalap akan hadir, termasuk 10 pembalap top dunia. Jadi ini tentu akan menjadi daya tarik besar,” kata Maya.
Meski begitu, ia mengakui tantangan masih ada pada aksesibilitas. Penerbangan langsung dari luar negeri ke Lombok terbatas, sehingga penonton mancanegara harus transit di Bali atau Jakarta. Namun dengan total 255 hari aktivasi kegiatan di Sirkuit Mandalika sepanjang tahun, ia optimistis maskapai akan menambah rute penerbangan.
“Jumlah flight masih sedikit, sementara permintaan tinggi. Jadi ini menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Editor : Siti Aeny Maryam