LombokPost-Gelaran MotoGP Mandalika 2025 tidak hanya bergantung pada sirkuit dan infrastruktur. Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan, mengingatkan bahwa keramahan dan kesiapan masyarakat adalah kunci utama untuk menjaga citra daerah di mata dunia.
Menurutnya, menjadi tuan rumah yang baik adalah bagian dari ajaran agama dan budaya lokal yang harus dipegang teguh.
"Secara agama, kita diwajibkan untuk menghormati tamu. Secara kultur dan budaya kita di Lombok Tengah juga demikian. Tamu itu harus dihormati, dijaga keamanan dan kenyamanannya," tegas Ramdan.
Ramdan menekankan bahwa menjaga kenyamanan tamu bukan hanya bentuk penghormatan, melainkan strategi jangka panjang. Citra positif yang terbangun akan berdampak besar pada perekonomian lokal, termasuk bagi UMKM, pelaku wisata, dan sektor transportasi.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah selatan Lombok untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Terkait isu sengketa lahan di kawasan Mandalika, Ramdan menegaskan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan konflik tersebut secara langsung. Penyelesaian sengketa lahan harus melalui jalur hukum.
"DPRD tidak bisa menyelesaikan sengketa lahan, karena harus melewati jalur hukum," ujarnya.
Meskipun demikian, DPRD tetap membuka ruang dialog dan akan memfasilitasi masyarakat yang merasa dirugikan untuk mencari keadilan melalui mekanisme yang berlaku. Ramdan menyarankan warga yang memiliki bukti kuat untuk menempuh jalur hukum.
"Kalau semisalnya ada masyarakat yang punya bukti kuat lahannya tidak pernah dijual, silakan menempuh jalur hukum dan, insyaallah, menang," tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam