Aspal hitam Sirkuit Internasional Mandalika tampak berkilau setelah disiram air dan disapu kendaraan khusus. Bukan sekadar pembersihan, melainkan ritual penting agar lintasan kebanggaan Indonesia ini benar-benar siap menyambut deru mesin MotoGP.
----
SEPARO lintasan Sirkuit Internasional Mandalika basah. Seperti manusia mandi di pagi hari, lintasan pun harus dibersihkan dari debu dan kotoran. Mengkilap dan bersih, agar sedap dipandang mata. Yang menarik, pembersihan ini tidak dilakukan manual, melainkan dengan road sweeper, kendaraan khusus dengan teknologi penyapuan dan penyedotan modern.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menyebut road sweeper memegang peran vital dalam menjaga standar kebersihan lintasan balap. Kehadiran mobil ini, yang dipinjamkan Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN), sangat membantu pembersihan menyeluruh lintasan Mandalika.
“Road sweeper yang digunakan memiliki sistem kerja yang kompleks namun efektif,” ucapnya, Rabu (24/9).
Di bagian depan kendaraan terdapat dua sikat utama yang menyapu permukaan aspal. Semprotan air ikut membantu agar debu dan pasir tidak beterbangan. Di bagian tengah ada sikat tambahan untuk menjangkau area yang tak terjangkau sikat depan. Sementara di sisi kiri dan kanan terdapat sikat lain yang membersihkan area tepi lintasan.
Setelah itu, mesin penyedot berteknologi vakum di bagian belakang bekerja mengisap kotoran dan butiran pasir. Ada pula truk pendukung berwarna oranye yang menyemprotkan air bertekanan tinggi, hingga 80–100 psi, ke permukaan aspal. Semprotan ini mengangkat pasir sekaligus mendorongnya masuk ke saluran gutter.
“Jadi, sistem ini bukan hanya menyapu, tapi juga mendorong pasir agar terkumpul di jalur pembuangan, sehingga trek benar-benar bersih,” jelas Andhi.
Pembersihan lintasan dilakukan mengikuti kontur elevasi trek Mandalika. Pekerjaan dimulai dari Tikungan 1 menuju Tikungan 2 karena kemiringan lintasan condong dari kiri ke kanan. Air semprotan otomatis membawa pasir ke sisi rendah sebelum masuk ke gutter. Setelah selesai, road sweeper kembali mengulang proses dari arah sebaliknya untuk memastikan tidak ada residu tertinggal.
Proses ini kemudian berlanjut ke sektor berikutnya, mulai Tikungan 2–3–4 yang memiliki karakter elevasi berbeda, hingga Tikungan 5–6 dengan arah kemiringan berlawanan. Metode bolak-balik dilakukan berulang sampai seluruh trek terbebas dari debu dan pasir.
“Kegiatan ini akan berlangsung selama lebih dari satu minggu, sampai sekitar Senin atau Selasa sebelum MotoGP dimulai. Dengan begitu, saat pembalap melakukan inspeksi trek pada hari Rabu dan Kamis, lintasan sudah dalam kondisi optimal,” ungkapnya.
Sebagai sirkuit internasional, Mandalika harus memenuhi standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Menurut Andhi, penggunaan road sweeper bagian dari prosedur standar, bukan sekadar memastikan kebersihan kasat mata, tetapi juga menghilangkan debu halus yang menempel di pori-pori aspal.
“Kami ingin para pembalap melihat langsung bahwa sirkuit ini bersih, aman, dan layak digunakan untuk balapan. Insyaallah, saat mereka melakukan track walk, kondisi trek Mandalika akan sangat baik,” tegasnya.
Dengan pembersihan intensif menggunakan road sweeper, MGPA optimistis Sirkuit Mandalika siap menyambut pembalap dunia. Andhi juga mengajak masyarakat hadir langsung menyaksikan ajang akbar ini.
Editor : Siti Aeny Maryam