Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duit Sultan Arab Mengalir ke Pantai Bumbang, Bangun Resort Internasional Bersama Investor Spanyol dan Italia

Lestari Dewi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 10:14 WIB
Sejumlah delegasi menikmati pemandangan Pantai Bumbang dari atas bukit Tunak di Tunak Luxury Resort, Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah, Kamis (1/10).
Sejumlah delegasi menikmati pemandangan Pantai Bumbang dari atas bukit Tunak di Tunak Luxury Resort, Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah, Kamis (1/10).
LombokPost-Tiga negara, yakni Spanyol, Italia, dan Arab Saudi berkolaborasi membangun hotel di kawasan wisata Gunung Tunak, Desa Mertak, Pujut. Kehadiran hotel ini untuk mendukung akomodasi ajang MotoGP Indonesia tahun depan.
 
“Kenapa ada MotoGP di Mandalika. Itulah jawaban saya berinvestasi di Lombok untuk meningkatkan pariwisata di Lombok,” kata CEO and Founder HCF Group Richard Demichele kepada wartawan, Kamis (2/10).
 
Richard menegaskan komitmennya mendukung pengembangan pariwisata di Lombok agar memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan pariwisata hijau di Lombok.
 
Baca Juga: Serba-Serbi Ajang MotoGP Mandalika 2025, dari Tempat Jatuhnya Jorge Martin, Tim Medis Latih Kesigapan Penyelamatan Pembalap 
 
“Kami berkomitmen mewujudkan pariwisata hijau berkelanjutan,” ujarnya.
 
Ia menekankan pembangunan ini tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal.
 
“Proyek ini bertujuan menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip green tourism dan diharapkan pariwisata di Lombok dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” tegasnya.
 
Baca Juga: Transfer DAU Lombok Tengah Terpangkas Rp 383,33 Miliar, Pemkab Lakukan Penyesuaian Belanja
 
Richard menambahkan, resort ini akan mengedepankan keunikan budaya dan sumber daya alam Lombok. Dengan mengintegrasikan elemen budaya lokal dan alam, proyek diharapkan menjadi model pariwisata yang mengangkat identitas Lombok.
 
“Kami tetap berkomitmen melestarikan budaya dan menjaga lingkungan di Lombok,” imbuhnya.
 
Ia juga menyebut pembangunan hotel dan resort ini diharapkan meningkatkan kualitas SDM masyarakat lokal. Karena itu, ia berencana membangun sekolah untuk memberikan edukasi sejak usia dini.
 
Baca Juga: PROTOKOL DEWA! 2 Heli Evakuasi, 22 Ambulans, 140 Tim Medis Siaga: Mandalika 'Kunci Mati' Keselamatan MotoGP 2025!
 
“Saya tidak ingin melihat anak-anak di Lombok ini putus sekolah,” katanya.
 
Pembangunan hotel dan resort seluas 9.182 meter persegi di tepi Pantai Bumbang direncanakan mulai 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027.
 
“Sebagai tahap keseriusan kami sudah melakukan peletakan batu pertama,” ucap Richard.
 
HCF Travel International Director Nicholas Romero Vargas menambahkan, konsep Green Paradise bukan sekadar proyek bisnis, tetapi inisiatif menciptakan destinasi wisata yang berdampak positif bagi masyarakat.
 
Baca Juga: NAIK LEVEL, Ini Tiga Kunci Sirkuit Mandalika Kantongi Lisensi Grade A FIM
 
“Ini akan menjadi contoh baik bagi pengembangan pariwisata di Indonesia,” katanya.
 
HCF Group berharap proyek ini dapat menginspirasi perusahaan lain mengadopsi pembangunan ramah lingkungan dan berorientasi pemberdayaan lokal.
 
“Sehingga kita dapat bersama-sama melestarikan keindahan alam dan budaya Indonesia, setelah ini kami akan fokus dulu dengan pembersihan lokasi dari sampah,” terangnya.
Editor : Jelo Sangaji
#Investor #spanyol #Arab Saudi #italia #resort internasional terbaru #Pantai Bumbang