Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

​Keramahan Sasak Taklukkan Pembalap Dunia, 3 Bintang MotoGP Terkejut dengan Bandara Lombok!

Lestari Dewi • Senin, 6 Oktober 2025 | 21:41 WIB
Wanita penenun turut hadir di Bandara Lombok memeriahkan ajang balap MotoGP Mandalika 2025
Wanita penenun turut hadir di Bandara Lombok memeriahkan ajang balap MotoGP Mandalika 2025

LombokPost-Sirkuit Mandalika mungkin menjadi medan pertempuran sengit, namun Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) atau Bandara Lombok justru menjadi panggung bagi kemenangan budaya Indonesia.

​Kepulangan ribuan rombongan, kru, dan pembalap MotoGP Mandalika 2025 bukan sekadar arus balik. Ini adalah momen pembuktian bahwa sentuhan budaya lokal jauh lebih berkesan daripada gegap gempita balapan.

​Bukan Sekadar Terminal, Tapi Galeri Tenun Hidup

​Selama dua hari penuh, dari Minggu malam (5/10) hingga Senin siang (6/10), Bandara Lombok benar-benar berubah wajah.

Di tengah kesibukan lima penerbangan ekstra dan charter AirAsia dan Garuda Indonesia menuju Jakarta, para ofisial disuguhi nuansa yang tak mereka temukan di bandara lain.

Pertama, dekorasi kain tenun Sasak.Terminal diselimuti kain tenun, bukan hanya sebagai hiasan, tetapi sebagai lambang kedamaian dan kesejahteraan, filosofi yang begitu dalam bagi masyarakat setempat.

​Kedua, aktivitas menenun langsung. Petugas bandara menampilkan demonstrasi menenun kain khas NTB secara langsung, menciptakan pengalaman visual dan emosional yang tak terduga bagi para tamu asing.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (API) Bandara Lombok Andhin Philip Julian menyebut, keberhasilan ini sebagai bukti bahwa MotoGP adalah momentum untuk memperlihatkan keramahan, budaya, dan pelayanan terbaik bangsa kepada dunia.

Reaksi Tak Terduga dari 3 Pembalap Top Dunia!

​Tiga nama besar di dunia balap, yang biasanya hanya berkomentar soal mesin dan lap time, justru terkesima oleh hal yang sangat sederhana: keramahan dan organisasi.

“Just finished the MotoGP race, got short experience here in Lombok Airport. The welcoming was amazing, see you guys soon and keep having fun,” ucap ​pembalap Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP).

Oliveira mengakui bahwa sambutan yang ia terima di bandara sungguh luar biasa, menanggapi keramahan yang melampaui standar bandara internasional biasa.

​“Always fantastic for us. The treatment is high quality, really top class. Thank you so much for your effort every time MotoGP came here. See you next year," sambung Luca Marini.

Pembalap Honda HRC Castrol ini bahkan menggunakan frasa "high quality, really top class" untuk menggambarkan pelayanan bandara. Ini adalah pengakuan langka dari figur yang terbiasa dengan fasilitas premium di seluruh dunia.

​“My feeling when I went to the airport is that it's very clean, a lot of security, and everything is well organized," tambah Maverick Viñales.

Bagi pembalap Red Bull KTM Tech3 ini, aspek kebersihan, keamanan, dan organisasi yang mulus adalah nilai jual utama.

Ini menunjukkan bahwa di balik nuansa budaya yang indah, Bandara Lombok juga berhasil menjalankan operasionalnya dengan standar kelas dunia.

​Jadi, apa pelajaran terbesarnya?

​Keberhasilan Bandara Lombok melepas rombongan MotoGP 2025 dengan pujian global bukan hanya soal penambahan extra flight atau ketepatan waktu.

​Ini adalah kemenangan bagi Hospitalitas Indonesia. Kepada dunia, Lombok membuktikan bahwa layanan terbaik tak melulu tentang teknologi canggih, melainkan tentang senyuman tulus, nuansa budaya yang autentik, dan organisasi yang rapi.

​MotoGP 2025 mungkin sudah usai, tetapi kesan manis tentang Keramahan Sasak kini terbang bersama para pembalap ke seluruh penjuru dunia, menjadi duta promosi tak terbayarkan untuk pariwisata NTB.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#MotoGP #keramahan #terkejut #dunia #pembalap #bintang #Taklukan #Sasak #Bandara Lombok #Sirkuit Internasional Mandalika