LombokPost-Akar biang kemacetan horor MotoGP Mandalika 2025 pada Minggu (5/10) lalu bukan infrastruktur.
Tetapi ulah oknum pemalsu stiker parkir yang untung besar di balik penderitaan ribuan penonton!
Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025 sukses secara tontonan, namun menyisakan cerita pahit soal kemacetan parah yang membuat penonton frustrasi.
Kini, teka-teki penyebab kemacetan itu terkuak. Masalah utamanya ternyata bukan pada perencanaan yang buruk, melainkan pemalsuan stiker akses parkir yang diedarkan masif!
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengungkap fakta mengejutkan yang menjadi review krusial mereka tahun depan.
"Ini menjadi review kami tahun depan, bagaimana agar tidak ada lagi stiker parkir dipalsukan. Karena gara-gara tiket parkir palsu ini menyebabkan macet," tegas Priandhi Satria, pada wartawan Selasa (7/10).
Kuota Parkir "Hancur" Dijejali 400 Mobil: Bagaimana Ini Bisa Terjadi?
Fakta paling mencengangkan adalah selisih antara kapasitas parkir resmi dan jumlah kendaraan yang berhasil menyusup masuk.
Priandhi menjelaskan, kapasitas parkir mobil di area sirkuit sejatinya sangat terbatas, hanya untuk 200 unit ditambah 10 persen kuota cadangan.
Angka ini dialokasikan untuk tamu undangan resmi, rombongan VIP, dan penonton yang membeli paket tiket dalam jumlah besar.
Namun, karena peredaran stiker palsu, kapasitas itu langsung "jebol" dua kali lipat!
"Yang seharusnya untuk 200 mobil plus 10 persen. Tapi kalau ini diisi 400 sudah pasti macet. Sisanya tidak bisa masuk mengekor ke belakang sehingga mengakibatkan kemacetan," lanjutnya.
Lonjakan mendadak hingga 400 unit kendaraan ini adalah biang kerok yang melumpuhkan akses, memicu kemacetan horor di luar sirkuit, dan merusak citra event kelas dunia yang sudah direncanakan matang.
Peringatan Keras! Begini Cara Membedakan Stiker Parkir ASLI dan PALSU
Pihak MGPA dan ITDC menegaskan bahwa stiker parkir resmi hanya dikeluarkan oleh mereka berdua. Tidak ada pihak lain yang berwenang.
Meskipun Priandhi Satria mengaku belum melihat langsung barang palsu tersebut, laporan petugas di lapangan menemukan perbedaan krusial pada fitur keamanannya.
Ini adalah info vital agar Anda tidak menjadi korban pemalsuan di event tahun depan.
Fokus pada Hologram! Stiker yang dipalsukan memiliki hologram yang hanya satu warna (tidak multicalor).
Stiker Asli, hologram dapat berbeda warna jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
Kasus pemalsuan ini adalah peringatan keras. Stiker parkir ini diperuntukkan bagi tamu undangan, dan penonton yang membeli minimal 10 tiket.
Peredaran stiker ilegal ini membuktikan bahwa di balik event besar, selalu ada oknum yang siap mengambil keuntungan dengan cara culas, mengorbankan kenyamanan ribuan penonton.
Editor : Akbar Sirinawa