LombokPost-Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menanggapi kritik sejumlah pembalap MotoGP terkait perbedaan tinggi gravel dengan permukaan aspal di Sirkuit Internasional Mandalika.
MGPA menegaskan seluruh fasilitas di lintasan telah dinyatakan aman oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports.
“Kemarin Kamis (2/10) sore, kita tidak akan mendapatkan homologasi FIM grade A kalau belum diperiksa. Selama tiga jam semuanya telah diperiksa, mulai dari pemadam, bendera, hingga keamanan di dalam sirkuit. Dan itu sudah dinyatakan aman untuk balapan hari Jumat,” ungkap Direktur Utama MGPA Priandhi Satria kepada wartawan, Selasa (7/10).
Priandhi Satria mengatakan, jika ada pihak yang tidak puas dengan kondisi lintasan, MGPA tidak perlu menanggapi terlalu jauh selama FIM dan Dorna Sports tidak menyampaikan keluhan resmi.
“Saya tidak mau menanggapi, menunggu surat resmi dari FIM karena minggu ini akan ada laporannya,” katanya.
Selama MotoGP berlangsung, kata Priandhi Satria, hampir tidak ada persoalan teknis yang dikomplain FIM maupun Dorna Sports, selain listrik yang sempat padam.
Namun saat itu, MGPA langsung mengatasinya dengan generator set atau genset yang telah disiapkan.
“Jadi saya sampai hari ini belum merasa perlu untuk berdiskusi soal gravel. Tunggu sampai minggu depan apakah FIM menyampaikan gravel-nya tidak sesuai atau tidak,” jelasnya.
Priandhi juga menanggapi pendapat beberapa pembalap yang menilai tikungan lintasan sebaiknya tidak menggunakan gravel dan diganti dengan aspal.
Ia menegaskan, gravel sudah digunakan sejak 2022 tanpa ada komentar dari Dorna Sports.
“FIM menyatakan 2022, 2023, 2024, dan 2025 boleh balap. Artinya FIM menyatakan lintasan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi lintasan tidak pernah diubah tanpa komunikasi langsung dengan FIM.
Menurutnya, perbedaan tinggi antara gravel dan aspal tidak signifikan, sehingga tidak perlu dipermasalahkan.
Jika nantinya diperlukan perbaikan, hal itu harus melalui rekomendasi resmi dari FIM dan Dorna Sports sebagai pemegang kebijakan MotoGP.
Diketahui, tiga pembalap MotoGP yakni Joan Mir, Luca Marini, dan Alex Marquez kompak mengkritik kondisi gravel di Sirkuit Mandalika.
Mereka menilai ada perbedaan tinggi antara gravel dan aspal yang berpotensi membahayakan pembalap.
“Jatuhnya mereka ini benar-benar karena kesalahan pembalap. Setelah mereka jatuh, tidak ada permintaan sedikit pun dari FIM atau Dorna untuk membersihkan lintasan,” tutup Priandhi Satria.
Editor : Kimda Farida