Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemeriahan Olahraga Tradisional Hari Jadi Lombok Tengah ke-80, Wujudkan Gema Budaya dan Semangat Juang dengan Riang Gembira

Lestari Dewi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:30 WIB
RIANG GEMBIRA: Sejumlah ASN penuh semnagat mengikuti salah satu lomba rakyat tarik tambang di halaman kantor bupati, Jumat (17/10).
RIANG GEMBIRA: Sejumlah ASN penuh semnagat mengikuti salah satu lomba rakyat tarik tambang di halaman kantor bupati, Jumat (17/10).

Halaman kantor bupati disulap menjadi arena tawa dan semangat kompetisi yang kental dengan nuansa tradisional. Ribuan pegawai ASN mengikuti lomba olahraga tradisional yang dihelat pemkab setempat. Menjadi penutup Hari Jadi Lombok Tengah ke-80.

-----

LANGIT biru Lombok Tengah pagi itu bersinar cerah, seolah ikut merayakan momen bersejarah Hari Jadi Lombok Tengah ke-80. Halaman kantor bupati pun telah disulap menjadi arena tawa dan semangat kompetisi yang kental dengan nuansa tradisional. 

Di bawah naungan umbul-umbul warna-warni yang berkibar gagah, ribuan pasang mata tumplek-blek mengikuti, menyaksikan hingga menyemangati perhelatan akbar lomba olahraga tradisional yang digelar pemkab Lombok Tengah. 

Suasana kemeriahan tak terbantahkan. Dentuman musik tradisional mengiringi sorak-sorai penonton. Aroma kacang rebus dan pisang rebus yang dijual keliling pedagang asongan menambah semarak pesta olahraga yang memadukan nostalgia masa lalu dengan energi masa kini.

Pusat perhatian pertama tertuju pada trek Lari Terompah Panjang. Lima orang berdiri di atas sepasang papan kayu panjang, kaki mereka terikat erat, menuntut sinkronisasi yang nyaris sempurna. “Satu! Dua! Tiga!” teriak Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri yang turut mengisi sepanjang perlombaan. 

Langkah awal yang canggung seringkali berakhir dengan ambruknya satu tim, mengundang ledakan tawa penonton. Namun, ketika sebuah tim berhasil menyelaraskan langkah, gerakan mereka meluncur cepat bak perahu di atas air, disambut tepukan riuh sebagai apresiasi atas kekompakan yang luar biasa.

Tak jauh dari sana, ketegangan terasa di arena Tarik Tambang. Tali tambang tebal, yang melambangkan persatuan dan gotong royong, menjadi pusat perebutan kehormatan. Otot-otot menegang, wajah-wajah memerah menahan beban, dan teriakan sesama rekan membakar semangat. 

Setiap tarikan menciptakan drama—sebentar tim OPD A unggul, sebentar kemudian tim OPD B membalikkan keadaan. Ketika wasit meniup peluit panjang, tim yang menang langsung bersorak histeris, sementara yang kalah tertawa lega, saling menjabat tangan dalam sportivitas sejati.

Kompetisi semakin memanas dengan hadirnya Lari Balok, sebuah tantangan kecepatan yang menguji ketangkasan dan strategi. Peserta harus berlari jongkok sambil memindahkan tiga balok kayu di hadapan mereka secara bergantian. 

Jatuhnya balok berarti denda waktu, memaksa mereka untuk bergerak cepat namun penuh perhitungan. Ini adalah pertarungan antara kecepatan dan ketelitian, di mana setiap detik menjadi penentu kemenangan.

Puncak adrenalin tiba di nomor Egrang. Para jawara berdiri tegak di atas sepasang bambu panjang, kaki mereka terpasak pada pijakan sederhana. Perlombaan ini bukan hanya adu cepat, melainkan ujian keseimbangan, fokus, dan keberanian. 

Peserta Egrang melangkah anggun, tampak lebih tinggi dari kerumunan, seolah menari di udara. Setiap langkah yang mantap adalah bukti lestarinya warisan budaya, menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat terhormat di tengah modernisasi.

Di penghujung acara, Bupati Lombok Tengah dan Kepala OPD lainnya bergiliran menyerahkan hadiah, menggarisbawahi bahwa perayaan Hari Jadi ke-80 ini adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan melestarikan kekayaan budaya lokal. 

“Kita bekerja sama dengan Komite Permainan Rakyat Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Loteng yang diikuti seluruh pegawai, ini semata-mata mempererat tali silaturahmi, ini pertandingan riang gembira,” ucap Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya.

Kemeriahan olahraga tradisional ini bukan sekadar lomba, melainkan sebuah narasi hidup tentang semangat kebersamaan, ketangguhan, dan akar budaya yang kuat, yang akan terus diwariskan dari generasi ke generasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lombok Tengah #kemeriahan #olahraga #tradisional