Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gotong Royong Lawan Lumpur di Dusun Sempoja, Tangan Kokoh Biasa Panggul Senapan Kini Rogoh Tumpukan Sampah dan Lumpur

Lestari Dewi • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 23:24 WIB
Puluhan warga Dusun Sempoja, Desa Menemeng bersama anggota TNI berjibaku membersihkan saluran air yang berlumpur menjelang musim hujan tiba.
Puluhan warga Dusun Sempoja, Desa Menemeng bersama anggota TNI berjibaku membersihkan saluran air yang berlumpur menjelang musim hujan tiba.

Di Dusun Sempoja, Desa Menemeng, semangat gotong royong warga dan prajurit TNI berpadu membersihkan saluran air yang tertimbun lumpur bertahun-tahun. Di bawah terik matahari, mereka berjuang menyingkirkan ancaman banjir dan penyakit, sekaligus meneguhkan makna kebersamaan antara rakyat dan TNI.

------

Langit pagi menyambut dengan sinar matahari yang terik, namun semangat warga Dusun Sempoja jauh lebih membara. Puluhan warga berkumpul di sepanjang saluran air utama yang kini berubah menjadi parit lumpur padat. Aroma tanah basah dan endapan organik yang pekat menguar, mengingatkan pada ancaman banjir dan penyakit di ambang musim hujan.

Di antara barisan warga yang memegang cangkul dan sekop, tampak sejumlah prajurit berseragam loreng. Mereka adalah anggota TNI dari Koramil setempat. Inilah gotong royong dalam wujud paling nyata, ketika kekuatan rakyat berpadu dengan disiplin militer.

“Angkat! Pelan-pelan, Pak!” seru seorang Babinsa sambil bahu-membahu dengan seorang warga menarik bongkahan lumpur.

Lumpur tebal itu sulit dibersihkan. Endapan bertahun-tahun telah mengeras dan menyumbat aliran air. Namun, setiap ayunan cangkul dan dorongan sekop dilakukan dengan tekad.

Anak-anak muda mengangkut karung berisi lumpur ke atas, sementara para ibu menyiapkan minuman dan makanan ringan, mempererat kebersamaan.

Pada Jumat yang terik itu, suasana hening Sempoja pecah oleh derap sepatu bot dan suara aba-aba. Danramil 09/Pringgarata Kapten Inf Yuni Priharyanto memimpin langsung puluhan prajuritnya.

Mereka hadir tanpa senjata, membawa cangkul dan semangat gotong royong. Di bawah terik matahari, bersama anggota Polsek dan warga, para prajurit itu membongkar sumbatan saluran air.

Tangan-tangan yang biasa memanggul senapan kini merogoh tumpukan sampah dan lumpur. Mereka tak canggung, karena di mata mereka kesulitan warga adalah perintah yang harus dituntaskan.

“Kehadiran kami adalah bukti bahwa kami tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian,” tegas Danramil Yuni Priharyanto.

Para prajurit TNI bekerja tanpa ragu, seragam mereka kotor berlumur lumpur, mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Mereka tidak hanya menyumbangkan tenaga, tetapi juga menerapkan teknik pengerukan yang efisien, memastikan setiap bagian saluran bersih hingga ke dasar.

“Musim hujan sebentar lagi datang. Kalau saluran ini mampet, air pasti meluap ke jalan, bahkan ke rumah-rumah,” ujar Kepala Desa Menemeng Mujahidin sambil mengelap keringat di dahinya.

Setelah berjam-jam bekerja, hasilnya tampak jelas. Saluran air yang tadinya buntu kini terbuka lebar, dasarnya terlihat, siap menampung debit air saat hujan tiba. Senyum lega dan rasa bangga terpancar di wajah setiap warga.

Editor : Siti Aeny Maryam
#desa menemeng #Lombok Tengah #Gotong Royong #TNI