LombokPost-Pemkab Lombok Tengah menata ulang puluhan pedagang bakulan di Pasar Renteng, Praya. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi teras dan area parkir pasar yang selama ini digunakan pedagang sebagai tempat berjualan, sehingga menimbulkan kesan semrawut dan kumuh.
Kepala UPTD Sarana Distribusi Perdagangan Tunjung Tilah Makmun mengatakan, penataan dilakukan bertahap mulai Rabu (5/11) sore. Proses penataan dimulai dari pintu masuk bagian tengah, barat, dan timur yang seharusnya menjadi jalur pembeli dan area parkir.
“Para pedagang kita pindahkan kembali ke gedung bagian timur yang sebelumnya mereka tinggalkan, termasuk sebagian los pasar di lantai dua,” katanya, Kamis (6/11).
Makmun menegaskan, penataan berjalan tanpa perlawanan karena sudah disepakati bersama pedagang. Ada tiga syarat yang diajukan pedagang agar bersedia dipindah.
Pertama, pedagang di bagian timur merasa terhalang 12 kios yang kini sudah dibongkar. Kedua, mereka bersedia pindah asal tidak ditempatkan di lantai dua. Ketiga, mereka meminta dibuatkan gerbang di pintu masuk bagian utara.
“Mereka juga minta pindah setelah Maulid Nabi, dan itu sudah kami penuhi. Sebelum penataan, dua minggu sebelumnya sudah kami umumkan lewat pengeras suara dan sosialisasi,” ujarnya.
Meski begitu, masih ada satu dua pedagang yang bertahan di teras pasar. Beberapa di antaranya bahkan memindahkan lapak dari area parkir ke teras.
“Ada dua pedagang di bagian barat yang belum mau pindah. Mereka menunggu semua pedagang lain pindah lebih dulu. Tapi kesepakatan sudah kita penuhi semua,” ujar Makmun.
Ia menilai alasan pedagang enggan pindah karena sepi pembeli hanya dalih semata. Menurutnya, jika lapak sudah terisi kembali, pembeli akan datang dengan sendirinya.
“Pembeli jangan manja. Pembeli yang dimaksud pedagang ini sebenarnya pengampas, sekitar 65 persen adalah pengampas keliling. SSedangkan pembeli aslinya ya kita-kita ini, pegawai dan ibu rumah tangga yang ke pasar mulai pukul 8 pagi sampai siang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lombok Tengah Zaenal Mustakim mengatakan, setelah penataan, pihaknya akan menempatkan pos pengamanan bersama di setiap pintu masuk pasar.
“Untuk menjaga dan memastikan agar pasar ini tetap rapi dan tertib. Tujuan utama pemkab ingin menjadikan Pasar Renteng sebagai ikon pasar di Lombok Tengah,” katanya.
Terkait masih adanya pedagang yang belum pindah, Zaenal memastikan pendekatan yang digunakan tetap persuasif.
“Bersama Disperindag, kami ingin mereka tetap bisa berjualan. Tidak ada kesan kami mematikan usaha mereka, semuanya akan dibicarakan secara kekeluargaan,” jelasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam