Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Festival Literasi 2025: Bunda Literasi NTB Ajak Perpustakaan Jadi Destinasi Wisata Membaca!

Lestari Dewi • Sabtu, 15 November 2025 | 10:43 WIB
Bunda Literasi NTB Sinta Agathia Iqbal (tengah) mengunjungi aneka stan yang hadir dalam Festival Literasi Lombok Tengah, Praya, Jumat (14/11).
Bunda Literasi NTB Sinta Agathia Iqbal (tengah) mengunjungi aneka stan yang hadir dalam Festival Literasi Lombok Tengah, Praya, Jumat (14/11).

LombokPost-Kegiatan literasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya baca di tengah masyarakat.

Tantangannya adalah bagaimana mewujudkan literasi, membaca dengan benar dan benar-benar membaca, sehingga pembaca memperoleh informasi yang komprehensif, detail, dan tepat.

“Masalah literasi ini tidak hanya (ditekankan) pada buku saja. Tetapi, antara buku bacaan dengan perkembangan teknologi harus berjalan sejajar dan tepat,” ungkap Bunda Literasi NTB Sinta Agathia Iqbal saat menghadiri Festival Literasi 2025 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah, Praya, Jumat (14/11).

Festival Literasi 2025 menjadi bentuk perhatian Pemkab Lombok Tengah dalam meningkatkan dan mengaktifkan literasi di daerah. Kegiatan ini menghadirkan berbagai penggiat literasi hingga pelaku UMKM.

“Saya melihat ini bentuk inovasi, kita harapkan ke depan lebih inovatif lagi,” tambahnya.

Untuk meningkatkan literasi, Sinta mendorong setiap daerah menciptakan suasana perpustakaan yang menarik, nyaman, dan aman terutama bagi anak-anak. Bahkan, perpustakaan bisa menjadi lokasi wisata membaca.

“Kita harapkan masyarakat kita terpikirkan bahwa perpustakaan bisa menjadi salah satu objek wisata membaca,” ucap istri dari orang nomor satu di NTB ini.

Sinta melihat fasilitas membaca dan koleksi buku di dinas terkait sudah cukup lengkap, termasuk sambungan WiFi 24 jam.

“Jika ini terus kita gaungkan akan semakin banyak yang datang dan menggunakan fasilitas perpustakaan ini,” kata Sinta.

Sinta menambahkan, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri, terutama dengan hadirnya gawai yang kerap mengalihkan perhatian anak-anak dari buku.

“Screentime itu tidak salah, asalkan digunakan untuk mencari informasi secara mendalam. Karena kadang-kadang anak-anak merasa sudah tahu semuanya hanya dengan satu klik, misalnya dari AI,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh penggiat literasi dan generasi muda untuk tidak cepat puas dengan informasi yang bersifat instan.

Sebaliknya, perlu dorongan menggali informasi dari berbagai sumber kredibel guna memperkaya pengetahuan.

“Semangat literasi ini harus terus kita jaga dan kembangkan. Perpustakaan harus menjadi ruang yang menyenangkan, bukan hanya tempat membaca, tapi juga ruang eksplorasi dan inspirasi bagi anak-anak kita,” kata Sinta.

Editor : Marthadi
#Lombok Tengah #Bunda Literasi #anak-anak #Semangat Baca #NTB #Sinta Agathia Iqbal