Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wabup Lombok Tengah Ingatkan Pedagang Pasar Renteng Praya Wujudkan Keamanan, Ketertiban, dan Kenyamanan

Lestari Dewi • Kamis, 20 November 2025 | 10:33 WIB
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah temui puluhan pedagang bakulan di Pasar Renteng, Praya, Rabu (19/11).
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah temui puluhan pedagang bakulan di Pasar Renteng, Praya, Rabu (19/11).

Pasar Renteng Praya adalah simbol perjuangan ekonomi rakyat, yang menanti sentuhan kebijakan tegas dan adil agar hiruk pikuknya bisa dinikmati oleh semua, tanpa ada yang merasa terpinggirkan. Hal ini membuat Wakil Bupati Loteng M Nursiah turun langsung mendengarkan hati nurani para pedagang.

----

Pagi itu, Pasar Renteng Praya yang legendaris, jantung perekonomian Lombok Tengah, tampak lebih sibuk dari biasanya. Bukan hanya oleh riuh transaksi harian, tapi juga oleh kehadiran Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) M Nursiah yang datang untuk meninjau langsung denyut nadi pasar di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini.

Sejak memasuki gerbang pasar, suara lantang pedagang menawarkan dagangan bercampur baur dengan celotehan pembeli dan deru sepeda motor. Aroma rempah, ikan segar, dan sayuran basah menyeruak ke udara.

Di antara kerumunan, langkah wabup disambut antusiasme. Para pedagang bergegas menyalami, matanya penuh harap. Mereka adalah wajah-wajah lama yang telah menghidupi pasar ini selama bertahun-tahun, kini menanti solusi atas berbagai persoalan yang membelit.

Sejumlah perwakilan pedagang di ajak masuk ke dalam ruang UPT Pasar Renteng yang berada di lantai dua gedung pasar. Di dalam sana, politisi Golkar itu terlihat menyimak setiap detail. 

Mulai dari penataan kios, kebersihan lorong, hingga tumpukan komoditas. Wabup mendengarkan dengan seksama apa saja yang menjadi keluhan dan keinginan pedagang pascapenataan yang dilakukan pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Alasan lain yang menjadi sorotan mantan Sekda Loteng ini adalah masih nakalnya sebagian pedagang yang kembali mengisi teras atau bahu jalan di sekeliling pasar, padahal penataan telah dilakukan berulang kali. 

“Pedagang ingin kembali menempati lapaknya di teras gedung, karena lebih banyak pembeli ketimbang dipindahkan kembali ke lapak semula,” ucap Wabup Nursiah.

Fenomena ini menjadi dilema. Di satu sisi, pedagang beralasan mencari pembeli yang enggan masuk ke dalam pasar. Di sisi lain, praktik ini merusak estetika, mengganggu ketertiban, dan merugikan pedagang yang patuh di lapak bagian dalam.

Wabup Nursiah menyadari bahwa penataan Pasar Renteng Praya membutuhkan ketegasan dan kesadaran kolektif. Ia berjanji akan mengkaji ulang kebijakan zonasi dan memperkuat pengawasan.

Namun hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada komitmen bersama-sama untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban.

“Hasil evaluasi sementara butuh penataan yang intens, keluhan pedagang akan kita respon dengan cara yang baik,” imbuhnya.

Kepala Satpol PP Loteng Zainal Mustakim menyampaikan, kericuhan yang kembali terjadi antara pedagang pascapenataan akibat segelintir oknum yang kembali menempati lapak yang bukan semestinya. Bila ini dibiarkan terus menerus maka akan dianggap ada keberpihakan pada pedagang tertentu.

“Pedagang yang sudah benar-benar menempati lapaknya, lalu ada yang berjualan lagi di teras, tentu membuat mereka tersinggung. Kami dengan tegas tertibkan, tak ada lagi toleransi bagi pedagang yang nakal,” tegasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Tengah #Pasar renteng Praya #Pedagang #wakil bupati #nursiah #temui ada pngutan ke orang tua siswa