Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lombok Tengah Janjikan Pelatihan Bagi Honorer Non Database

Lestari Dewi • Rabu, 26 November 2025 | 11:27 WIB
Lalu Firman Wijaya
Lalu Firman Wijaya

LombokPost-Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lombok Tengah memastikan awal tahun 2026 sudah tidak ada lagi tenaga honorer apalagi pengangkatan baru.

Ini sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat. Artinya, 700-an tenaga honorer non data base di lingkup pemkab Loteng siap-siap dirumahkan.

Bukan berarti pilihan pahit ini pemerintah diam begitu saja tanpa solusi. Menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Tengah, pemkab akan memberikan pelatihan kerja kepada mereka menjelang berakhirnya kontrak tahun 2025.

“Ketika sampai pada pilihan terpahit ini, mereka harus berhenti kerja, kita (pemkab) sudah mempersiapkan keterampilan terhadap mereka dengan memberikan pelatihan-pelatihan kerja,” ungkap Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, Selasa (25/11).

Baca Juga: Wang Kaimu, Raja Drama Pendek yang Bikin Penonton Baper Instan

Dengan diberikan pelatihan ini, kata Sekda, mereka memiliki bekal ilmu dan keterampilan jika nantinya membuka usaha di tempat tinggalnya. Pelatihan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan usaha yang ada di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Kami sudah minta BLK untuk persiapkan pelatihan-pelatihan usaha yang tepat,” imbuh Ketua Koni Loteng ini.

Menyinggung jumlah tenaga honorer yang sangat banyak ini, Sekda cukup kaget. Dia mencontohkan, jika dikalkulasi dari jumlah seluruh pegawai sebanyak 11 ribu orang, enam ribu orang diantaranya adalah pegawai ASN, PPPK paro waktu sebanyak 4.591 orang. 

“Seharusnya sisanya (honorer non data base) tidak banyak, jadi tidak sinkron. Kok tidak berkurang-kurang jumlah honorer ini,” cetus dia.

Melihat besarnya jumlah pegawai ini, Sekda Firman berharap masyarakat Loteng mulai merubah pola pikir soal pekerjaan. Tidak melulu harus menjadi pegawai, masih ada sektor-sektor lain yang bisa digarap dengan maksimal. 

“Sektor pertanian, peternakan, perikanan, entrepreneurship, pariwisata dan lainnya,” kata Sekda Firman.

Wakil Bupati Loteng M Nursiah mengaku, hingga saat ini belum ada pengambilan keputusan terhadap keberlanjutan tenaga honorer non data base. Lantaran masih memastikan berapa jumlah pasti tenaga honorer non data base yang tersisa. 

“Kita akan coba siapkan job fair, outsourcing hingga pelatihan di BLK,” singkat Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lombok Tengah #pemkab #Janji #honorer non database #pelatihan