Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Pemuda Rembiga Kopang Tingkatkan Literasi Anak, Bermain sambil Belajar dengan Wayang Botol yang Ekspresif

Lestari Dewi • Jumat, 28 November 2025 | 15:51 WIB

Sejumlah murid sekolah dasar antusias bermain menggunakan wayang botol yang dihadirkan sekelompok pemuda-pemudi dari Desa Rembiga, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.
Sejumlah murid sekolah dasar antusias bermain menggunakan wayang botol yang dihadirkan sekelompok pemuda-pemudi dari Desa Rembiga, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Di tengah gempuran teknologi digital yang membuat anak-anak akrab dengan gawai, sekelompok pemuda Desa Rembiga justru mengajak mereka kembali pada kreativitas sederhana. Melalui wayang botol berbahan barang bekas, mereka menumbuhkan imajinasi, membangun karakter, dan mengenalkan nilai budaya dengan cara yang menyenangkan.

-----

“Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang,” sepenggal lagu anak-anak itu familiar dinyanyikan Genta sambil memegang gitar akustik di hadapan murid sekolah dasar di Kota Praya.

Mengenakan kaos biru putih dengan Sapuq yang diikatkan di atas kepala, pria berkacamata itu bernyanyi penuh semangat. Suasana kian hidup, anak-anak tampak terlibat sepenuhnya. Mereka ikut menyanyikan lirik sambil mengayunkan boneka-boneka kecil. Seolah menari dan bersenang-senang.

Dilihat lebih dekat, boneka itu ternyata wayang yang terbuat dari botol kemasan. Kepala wayang dibentuk dari cangkir kecil yang ditutup anyaman, sedangkan tubuhnya memakai kain biru dan hitam yang diikat pada tongkat. Aksesoris unik terpasang, mulai payung mini, sendok, hingga garpu sebagai tangan atau hiasan.

Anak-anak itu aktif menggerakkan wayang botol dengan tongkat, menari-nari dan saling berinteraksi. Pertunjukan spontan itu terasa hidup. Senyum lebar dan tawa riang menghiasi wajah mereka saat berusaha membuat wayang terlihat lebih menonjol.

Pertunjukan wayang botol ini dibawakan Komunitas Payung, berisikan anak-anak muda dari Desa Rembige. Genta, salah satu perwakilan, dengan ekspresi serius namun hangat menjelaskan motivasi menghadirkan wayang botol kepada anak-anak.

“Selain sebagai media pembelajaran, wayang botol ini menunjukkan bagaimana memanfaatkan barang bekas,” ujarnya pada Lombok Post.

Ya, wayang itu dibuat dari botol bekas yang mudah didapatkan. Ini mengajarkan anak-anak tentang daur ulang dan kreativitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Kehadiran wayang botol menjadi media Komunitas Payung dalam menyampaikan cerita rakyat, nilai moral dan meningkatkan literasi membaca serta bercerita.

“Wayang botol ini menjadi jembatan antara seni tradisional dan semangat kontemporer,” cetus Genta.

Dari kreativitas sederhana ini, para pemuda berharap kecintaan anak-anak terhadap budaya dan kreativitas tumbuh. Wayang botol menjadi alat pendidikan yang mendorong perubahan positif. Melalui konsep ini, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pencipta cerita dan alat peraga mereka sendiri.

“Keterlibatan langsung ini memperkuat pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai moral dan kemampuan bercerita. Sekaligus membuktikan bahwa literasi tidak harus monoton, anak-anak didorong mencintai budaya lokal dan berlatih kemampuan bercerita dengan cara yang menyenangkan dan ekspresif,” tutup Genta.

Editor : Siti Aeny Maryam
#literasi anak #Lombok Tengah #pemuda #Wayang Botol #Kopang