LombokPost-Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah mendukung penuh terhadap inisiatif pembentukan Sekolah Jurnalis yang diinisiasi Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT). Langkah ini sangat krusial untuk memastikan kapasitas dan kompetensi para insan pers.
Wakil Bupati juga mengapresiasi para wartawan yang turut berkontribusi besar dalam membangun Lombok Tengah hingga meraih keberhasilan yang luar biasa.
Menurutnya, sebagai wadah yang menghimpun wartawan, penting bagi organisasi pers untuk memastikan bahwa setiap anggotanya memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai.
"Artinya bahwa, setiap perorangan wartawan, apalagi lembaganya, itu memiliki kapasitas, kompetensi," tegas Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah usai membuka kegiatan, Jumat (28/11).
Namun, ia juga menyoroti bahwa kompetensi jurnalis saja tidak cukup. Dibutuhkan adanya transformasi informasi dari jurnalis kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya PPID layanan kesehatan. Ini dikarenakan mereka memiliki kewajiban Komunikasi Publik yang esensial.
"Ini tidak cukup hanya wartawan yang memiliki sebagai jurnalis. Tapi butuh ditransformasikan kepada siapa? Sebuah OPD. Karena berkewajiban komunikasi publik. Itu pentingnya kehumasannya semua OPD," jelasnya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa setiap program dan kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh Pemkab Lombok Tengah harus tersampaikan kepada publik.
"Bagaimanapun, yang telah kita lakukan dan akan kita lakukan dalam bentuk program kegiatan, tanpa wartawan, enggak ada yang mendengarkan, enggak ada yang melihat apa fakta-fakta yang sudah ada dan yang akan ada ke depan," ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, Wabup Nursiah menyatakan rasa syukurnya dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Sekolah Jurnalis yang diadakan saat itu. "Sukses!" cetus politisi Golkar ini.
Dukungan terhadap Sekolah Jurnalis ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memperkuat ekosistem pers yang kompeten, yang pada akhirnya akan mendukung transparansi dan komunikasi publik demi percepatan pembangunan daerah.
Editor : Marthadi