Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Pelajar Ikuti Kemah Budaya di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Senin, 22 Desember 2025 | 22:42 WIB
KEMAH BUDAYA: Ratusan pelajar tingkat SMA mengikuti kegiatan Kemah Budaya yang digelar Dikbud Loteng di RTH Tonjeng Beru, Praya, Loteng, Sabtu (20/12).
KEMAH BUDAYA: Ratusan pelajar tingkat SMA mengikuti kegiatan Kemah Budaya yang digelar Dikbud Loteng di RTH Tonjeng Beru, Praya, Loteng, Sabtu (20/12).

LombokPost - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah menggelar kemah budaya selama tiga hari untuk memperkenalkan seni dan budaya lokal kepada pelajar tingkat SMA. Kegiatan ini diikuti 150 siswa dari berbagai sekolah di Lombok Tengah dengan konsep pembelajaran nonformal dan aplikatif.

Pamong Budaya Ahli Muda Dikbud Lombok Tengah Muliadi menjelaskan, suasana nonformal memungkinkan siswa mengenal budaya secara lebih mendalam. “Dengan konsep kemah budaya seperti ini, adik-adik bisa mengenal budaya lebih dekat karena rangkaian kegiatannya tidak hanya kemah biasa,” ujar Muliadi, Sabtu (20/12).

Kegiatan yang menggandeng Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Loteng ini digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (21-23) Desember. Dalam pelaksanaannya peserta tidak hanya mengikuti kegiatan berkemah, tetapi juga dibekali workshop kebudayaan yang dilanjutkan dengan pagelaran seni.

Setelah mendapatkan materi dan pendampingan langsung dari para pelaku seni serta DKD Loteng, para peserta diminta mempraktikkan hasil pembelajaran mereka di panggung pagelaran. “Ini kami lakukan agar anak-anak muda tertarik dan merasa bangga dengan budaya mereka sendiri,” tambah Muliadi.

Jenis budaya yang diperkenalkan beragam, tidak terbatas pada seni teater. Peserta juga dikenalkan dengan musik tradisional, sastra lisan, hingga kuliner tradisional khas Lombok Tengah.

Pada hari ketiga, para peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah cagar budaya di Loteng, seperti Masjid Rembitan, Masjid Gunung Pujut, dan Makam Ketak. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian cagar budaya.

“Lombok Tengah memiliki puluhan cagar budaya, tetapi masih banyak yang belum dikenal dan belum dilestarikan secara maksimal. Melalui kegiatan ini kami ingin membuka wawasan generasi muda,” jelasnya.

Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Loteng Syahirul Alim menjelaskan, konsep kemah budaya mengacu pada sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Objek tersebut meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional.

“Jadi kemah budaya ini bukan sekadar pagelaran yang bersifat seremonial. Kami mencoba mencari terobosan baru tanpa menghilangkan inti dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan tersebut,” ungkap Syahirul.

Editor : Marthadi
#Lombok Tengah #Pelajar #Kemah Budaya #Dikbud