Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketika Damkartan Lombok Tengah Dipanggil Bukan karena Api, Tangani Mediasi Cerai Hingga Mencari Anak yang Hilang Dilakukan dengan Kesabaran

Lestari Dewi • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:15 WIB
Dua orang petugas Damkartan Lombok Tengah berupaya melepaskan sandal yang terjepit pada kaki seorang anak, beberapa waktu lalu.
Dua orang petugas Damkartan Lombok Tengah berupaya melepaskan sandal yang terjepit pada kaki seorang anak, beberapa waktu lalu.

 

Di balik seragam dan sirene yang identik dengan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkartan) Lombok Tengah menjalani peran yang jauh lebih luas.

Hadir dalam keseharian warga sebagai penolong pertama untuk persoalan-persoalan tak terduga, mulai dari yang remeh, mengharukan, hingga menyentuh sisi paling manusiawi dari sebuah pengabdian.

-----

HARI itu, satu laporan tak biasa masuk, bukan tentang api yang berkobar, melainkan sekelompok bocah cilik datang ke kantor Damkartan Lombok Tengah.

Dengan wajah penuh kekhawatiran, seorang anak menghampiri personel Damkartan yang sedang duduk di gazebo halaman kantor setempat.

Para bocil menunjukkan kaki salah satu temannya terjepit di lubang sandal jepit karet yang terlalu sempit dan keras untuk dilepas.

Dengan sigap, dua orang personel membawa bocil laki-laki itu ke dalam ruangan.

Duduk di lantai, dengan penuh kesabaran petugas mengecek kondisi sandal jepit yang menjepit betis kaki anak tersebut.

Melihat bahan sandal yang cukup keras, pemotongan tidak memungkinkan. Petugas juga berupaya agar sandal anak itu tetap bisa dipakai.

Alih-alih menggunakan tang atau gunting, petugas memakai minyak goreng sebagai pelumas agar sandal merah milik bocil tersebut bisa turun perlahan.

Tak ada tangisan, kejadian itu justru menjadi bahan candaan kawan-kawannya ketika sandal berangsur-angsur turun.

Tak ada luka sedikit pun, tak ada sandal yang putus. Senyum sang anak menjadi medali kehormatan bagi para petugas.

“Kami pakaikan minyak goreng, kami berupaya tidak gunting agar sandal masih bisa dipakai si anak,” ucap Kepala Seksi OPS Damkartan Lombok Tengah Heri Satriawan pada Lombok Post.

Menyelesaikan tugas-tugas unik tidak berhenti pada kasus sandal jepit itu saja. Sebelumnya, petugas juga pernah naik ke atas plafon rumah warga.

Pemilik rumah melapor kucing kesayangannya melahirkan dan berada di sudut plafon yang sulit dijangkau.

Petugas merayap di ruang sempit dan berdebu, memastikan induk dan bayi-bayi kucing yang baru lahir dievakuasi dengan lembut ke tempat yang lebih layak.

Penyelamatan nyawa, sekecil apa pun, tetap menjadi prioritas utama.

“Kami bahkan pernah diminta untuk memediasi pasangan yang hendak bercerai, Alhamdulillah tidak jadi cerai. Ada pula mencari anak perempuan yang hilang dan kami temukan di Masjid Agung, si anak kabur karena dilarang pacaran sama orang tuanya,” bebernya.

Momen lain yang tak kalah berkesan terjadi pada malam hari, ketika seorang ibu hamil bersama suaminya datang ke markas dengan malu-malu.

Sang istri mengaku sedang ngidam. Hal yang sangat spesifik diinginkannya adalah menyentuh dan mencium badan mobil pemadam kebakaran yang besar dan gagah.

Tanpa ragu, personel menyambutnya dengan ramah, memberikan tur singkat, bahkan membantu berfoto di samping unit penyelamat.

Bagi personel, melayani kebahagiaan masyarakat adalah bagian dari pengabdian tanpa batas.

“Apa pun kebutuhan masyarakat, selama kami bisa penuhi akan kami penuhi secara maksimal,” terang Heri.

Heri menegaskan, seluruh pelayanan yang diberikan Damkartan kepada masyarakat dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih.

Sebab, dinas memiliki motivasi agar masyarakat terlayani dengan aman dan tenang, tanpa dipungut biaya apa pun.

Kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa Damkartan bukan sekadar pemadam api, melainkan sahabat masyarakat dalam berbagai situasi, dari yang mendebarkan hingga menghangatkan hati. Untuk bantuan darurat di Gumi Tatas Tuhu Trasna, masyarakat dapat menghubungi Pusat Panggilan Darurat 112. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Damkartan #unik