LombokPost-Pemkab Lombok Tengah (Loteng) pada 2026 memfokuskan pembangunan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempersiapkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“Sebab, bonus demografi ini sudah dimulai, usia produktif lebih banyak dari nonproduktif, jika ini tidak dipersiapkan justru akan menjadi beban,” ucap Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng Lalu Wiranata kepada wartawan, Jumat (2/1).
Peningkatan kapasitas SDM tersebut, kata dia, akan dilakukan melalui pelatihan dan pemberdayaan dengan menggandeng pemerintah provinsi hingga pusat.
Program itu diarahkan bagi angkatan kerja, lulusan baru SMK dan SMA, maupun tamatan perguruan tinggi.
“Mereka ini harus mampu dan bisa, paling tidak menciptakan sendiri lapangan kerjanya,” kata Miq Wir, sapaannya.
Miq Wir menilai, belakangan sebagian besar pelaku UMKM di Loteng telah terbuka wawasannya terhadap perkembangan teknologi.
Agar produk UMKM diterima pasar, kualitas produk harus dibuat menarik dan baik.
“Nah ini yang mau kita dorong, baik dari manajemennya, bahkan pemkab sangat mendukung program MBG ini,” paparnya.
Menurutnya, keberadaan program MBG membuka peluang besar terserapnya produk UMKM dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Masyarakat pun mulai beralih ke tiga sektor tersebut.
“Untuk meningkatkan kapasitas SDM ini tentunya pemerintah akan menyiapkan anggarannya 30 persen dari APBD,” cetus Miq Wir.
Adapun rencana pembangunan infrastruktur, sambungnya, akan lebih banyak dikerjakan pemerintah pusat.
Dampak dari efisiensi anggaran transfer pusat ke daerah (TKD), Pemkab Loteng telah mengusulkan ruas jalan sepanjang 100 kilometer agar masuk dalam program inpres jalan.
“Sebab pemerintah pusat yang akan menangani perbaikan jalan nasional, provinsi hingga kabupaten,” kata dia.
Disebutkan, ratusan kilometer jalan yang diusulkan tersebut masuk dalam 14 koridor prioritas. Kategori ini saling terhubung antara ruas jalan kabupaten, provinsi, dan nasional.
“Contoh ruas jalan Sulin ke Batujai, Penujak hingga ke Selong Belanak. Ini ada dua jalan, jalan kabupaten dan nasional,” tutup Miq Wir.
Editor : Kimda Farida