Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jejak Kaki Anak Panti Asuhan Ampera Lotim di Sirkuit Mandalika, Pintu Gerbang Menuju Dunia yang Penuh Harapan dan Cita-Cita Tinggi

Lestari Dewi • Kamis, 8 Januari 2026 | 08:13 WIB
JEJAKKAN KAKI: Puluhan anak-anak dari Yayasan Siti Khadijah, Panti Asuhan Ampera Lombok Timur antusias berfoto saat berkeliling di area lintasan Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.
JEJAKKAN KAKI: Puluhan anak-anak dari Yayasan Siti Khadijah, Panti Asuhan Ampera Lombok Timur antusias berfoto saat berkeliling di area lintasan Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.

 

Sirkuit yang biasanya dipenuhi deru mesin kencang, kini terdengar tawa riang dan langkah kaki penuh harap. Sebanyak 71 pasang mata polos dari Yayasan Siti Khadijah, Panti Asuhan Ampera, Pringgasela, Lombok Timur, akhirnya menjejakkan kaki di tanah yang selama ini hanya mereka saksikan melalui layar kaca.

----

KENDARAAN Riders Parade melambat di tikungan ikonik Sirkuit Internasional Mandalika. Jari-jemari menempel erat pada besi kendaraan berwarna hitam itu, sementara tatapan mata mencoba menangkap setiap detail kemegahan sirkuit dengan pemandangan pantai nan indah.

Ada keheningan penuh takjub dari anak-anak yang terbiasa dengan kesederhanaan saat melihat aspal mulus standar dunia, grandstand megah, dan fasilitas kelas internasional. Tatapan mereka menyimpan ribuan pertanyaan, sekaligus rasa bangga bahwa keajaiban ini ada di tanah mereka sendiri, di Pulau Lombok.

Mereka adalah anak-anak dari Yayasan Siti Khadijah, Panti Asuhan Ampera Lombok Timur (Lotim). Bagi mereka, Sirkuit Mandalika adalah pintu gerbang menuju dunia yang penuh harapan dan cita-cita tinggi. Momen menyentuh hati terjadi ketika rombongan memulai perjalanan mengelilingi sirkuit. Rasa malu dan ragu seketika hilang, berganti dengan sorak-sorai antusias.

“Lintasan ini lebar sekali, bagus,” bisik seorang anak perempuan sambil menunjuk ke trek.

Di tengah kebahagiaan itu, senyum tulus dari para pengasuh dan sambutan hangat dari pihak MGPA menjadi pelukan nyata. Donny Mahardjono selaku VP Motorsport MGPA menyambut mereka bukan sekadar tamu, melainkan sebagai keluarga.

“Kami mengajak mereka berkeliling trek, mengedukasi tentang apa itu sirkuit, dan semoga apa yang kami lakukan di sini serta keberadaan sirkuit Mandalika bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” terangnya.

Di dalam Royal Box 13, tempat yang biasanya menjadi saksi ketegangan balapan, kini diisi suasana khidmat. Mereka tidak hanya berdoa untuk kemajuan sirkuit, tetapi juga memanjatkan doa tulus untuk diri sendiri. 

“Alhamdulillah dapat berkunjung ke Sirkuit Mandalika. Kami diterima dengan baik dan penuh rasa hormat dari karyawan MGPA. Kami senang bisa lihat lebih dekat sirkuit kebanggaan rakyat Indonesia, semoga sirkuit lebih baik dan maju lagi kedepannya,” ucap Pembina Yayasan Siti Khadijah Panti Asuhan Ampera TGH Mujtahidin Asad.

Kunjungan ini memberikan lebih dari sekadar wisata. Momen tersebut menanamkan bibit inspirasi bahwa sejauh apa pun lintasan balap membentang, mimpi anak-anak Panti Asuhan Ampera bisa melangkah jauh lebih jauh lagi.

“Ketika rombongan meninggalkan Mandalika, mereka membawa serta kenangan berharga dan keyakinan baru, setiap anak berhak mendapatkan garis finish yang cerah,” tutup TGH Mujtahidin.

Editor : Akbar Sirinawa
#anak panti asuhan #MGPA #Lombok Timur #Sirkuit Internasional Mandalika