Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Selong Belanak Nyaris Putus dan Tertimbun Lumpur

Lestari Dewi • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:44 WIB
Kepala Desa Selong Belanak Kadir Jaelani menunjukkan kondisi ruas jalan dan jembatan yang nyaris putus di desanya, Rabu (14/1).
Kepala Desa Selong Belanak Kadir Jaelani menunjukkan kondisi ruas jalan dan jembatan yang nyaris putus di desanya, Rabu (14/1).

 

LombokPost-Sejumlah ruas jalan di Desa Selong Belanak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah nyaris putus dan tertutup lumpur. Kondisi ini disebabkan hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (13/1) sore hingga malam hari.

“Jalan yang nyaris putus ada di Dusun Serangan dan jalan yang tertimbun lumpur ada di Dusun Jabon,” ucap Kepala Desa Selong Belanak Kadir Jaelani yang dikonfirmasi Lombok Post, Rabu (14/1).

Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan jalan utama sulit dilalui kendaraan. Selain ruas jalan, hujan lebat juga membuat sebagian besar dusun terendam banjir, seperti Dusun Kapal, Rujak Tengah, Selong Belanak, Tomang-Omang, dan Serangan. Kondisi ini kian parah lantaran belum ada satu pihak pun yang turun melakukan penanganan.

“Saat banjir semalam (Selasa, red) ada nyaris terbawa arus seorang lansia, namun beruntung bisa diselamatkan warga,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) M Nursiah mengungkapkan, pihaknya sudah menginstruksikan OPD terkait untuk segera turun menangani korban banjir. Penyebab banjir sebagian besar dipicu luapan sungai dan saluran air.

“Di wilayah Desa Kabul, Praya Barat Daya misalnya rata-rata sedimentasi itu persoalannya,” kata Wabup Nursiah.

Menurut Wabup, perlu kebijakan yang jelas dan tegas untuk menyelesaikan penyebab banjir. Karena itu, pihaknya mendorong dan siap mendukung kebijakan program normalisasi sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I.

“Karena kewenangan itu BWS punya. Kita hanya mendukung dengan kebijakan itu,” ujar politisi Golkar ini.

Selain itu, sosialisasi terkait cara antisipasi bencana juga perlu ditingkatkan. “Ada desa siaga bencana dan ada kader juga kita bentuk di Lombok Tengah ini. Tinggal sekarang (dorong, red) menangani dulu yang ini (banjir),” tutur Nursiah.

Normalisasi sungai diharapkan menjadi solusi jangka panjang mengingat kondisi sungai saat ini mengalami alih fungsi, seperti dijadikan tempat pembuangan sampah hingga pengembangan bangunan di area sungai yang mengakibatkan penyempitan saluran.

“Itulah penting kita berikan pemahaman masyarakat kita,” ucap Nursiah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Maruf menyebut, untuk sementara korban banjir mencapai 300 kepala keluarga (KK). Rinciannya, di Desa Kabul 250 KK dan Dusun Torok Aik Belek 50 KK. 

“Kami hari ini akan drop logistik. Tadi pemberangkatan pertama sudah, ini yang kedua,” kata Ridwan.

Dia mengungkapkan, penyebab banjir dikarenakan curah hujan tinggi dan pendangkalan sungai meski sudah dilakukan revitalisasi oleh PU.

“Tapi, kan, masyarakat kita kadang-kadang pada saat musim kering dia penggundulan bukit-bukit. Begitu hujan datang, air itu akan turun. Air itu turun membawa lumpur, tanah, dan bekas potongan kayu, itu kan akan membuat tersumbat,” beber Ridwan.

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Tengah #jalan putus #wakil bupati #Selong Belanak