Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menelusuri Akses Wisata Lombok Tengah Pascahujan Lebat, Jalan Nyaris Putus, Jembatan Amblas, Wisatawan dan Aktivitas Warga Terhambat

Lestari Dewi • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:10 WIB
Sejumlah turis melintas di atas jalan raya Selong Belanak-Mawun yang nyaris putus usai diguyur hujan lebat beberapa hari lalu, Jumat (23/1).
Sejumlah turis melintas di atas jalan raya Selong Belanak-Mawun yang nyaris putus usai diguyur hujan lebat beberapa hari lalu, Jumat (23/1).

Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah selatan Lombok Tengah pascabencana kian memprihatinkan. Hasil penelusuran lapangan menunjukkan sejumlah titik vital akses warga dan wisatawan mengalami kerusakan parah.

----

Langit wilayah selatan Lombok Tengah mulai cerah pada Jumat (23/1) pagi setelah diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir.

Di bawah teriknya matahari, warga di sepanjang jalur wisata mulai beraktivitas menjemur tumpukan pakaian dan perlengkapan rumah tangga yang lembap akibat cuaca ekstrem.

Namun, cerahnya langit berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur. Sisa kerusakan pascabencana masih menghambat mobilitas masyarakat.

Di Desa Mangkung, sebuah jembatan tertutup material pasir. Sedimentasi sungai yang tinggi menyebabkan pasir meluap hingga merendam jembatan. Para pengendara pun harus berjuang ekstra agar tidak terperosok saat melintas.

Bergeser ke arah selatan, kondisi serupa terjadi di jalur Selong Belanak menuju Sky Lancing. Fondasi jembatan di kawasan tersebut ambruk sebagian akibat hantaman arus sungai.

Mirisnya, pengamanan di lokasi hanya menggunakan tanda peringatan seadanya yang berisiko bagi pengendara yang tidak hafal medan.

Kerusakan lebih parah ditemukan di jalan raya wisata yang menghubungkan Selong Belanak menuju Pantai Mawun. Jalur akses utama wisatawan ini dalam kondisi nyaris putus.

Fondasi jalan menganga setelah tergerus luapan air sungai yang membawa tumpukan sampah. Pengendara harus ekstra waspada karena sebagian badan jalan tidak lagi memiliki penyangga kokoh.

Memasuki kawasan Kuta Mandalika, pemandangan jalan masih didominasi lumpur sisa banjir. Lumpur setinggi tumit orang dewasa menutupi aspal, menciptakan medan licin dan becek.

Sebuah alat berat tampak diterjunkan ke lokasi untuk menyingkirkan gundukan lumpur guna memperlancar arus lintas di jantung pariwisata tersebut.

Infrastruktur yang compang-camping ini memicu keluhan warga. Mereka berharap pemerintah segera melakukan normalisasi dengan mengeruk sedimentasi sungai yang dangkal.

Sambil menunggu bantuan, warga berencana gotong royong membersihkan lumpur di depan rumah dan jalanan mereka.

“Kami minta jalan yang rusak dan nyaris putus ini segera diperbaiki. Sedimentasi sungai dikeruk, buatkan beronjong di masing-masing sisi sungai. Jangan sampai akses utama ini lumpuh total karena perbaikan yang terlambat,” ungkap Astam, salah seorang warga yang melintas di jalan raya Desa Mangkung.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah Lalu Rahadian menjelaskan adanya kendala serius dalam penanganan cepat.

Menurutnya, selain keterbatasan armada alat berat, persoalan kewenangan menjadi hambatan utama dalam eksekusi di lapangan.

“Kami sangat memahami keluhan warga, namun kami memiliki keterbatasan alat berat untuk menjangkau semua titik secara bersamaan. Selain itu, perlu dipahami bahwa kewenangan penanganan sungai-sungai tersebut berada di bawah Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I dan Pemprov NTB,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak bisa serta-merta melakukan normalisasi secara menyeluruh tanpa koordinasi lintas sektor karena regulasi kewenangan wilayah sungai.

Meski demikian, Pemkab Lombok Tengah berjanji segera berkoordinasi dan bersurat kepada BWS NT I dan Pemprov NTB agar akses vital di jalur wisata ini segera mendapatkan penanganan permanen. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Kuta Mandalika #jalan nyaris putus #akses wisata #Rusak Parah #Aktivitas #Selong Belanak #jembatan ambruk #Terhambat #lumpur #Mawun #Dinas PUPR