Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

VIDEO VIRAL! Bupati Lombok Tengah Buka Suara, BGN Tutup Sementara Dapur MBG yang Menyebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Lestari Dewi • Selasa, 10 Februari 2026 | 09:46 WIB
Lalu Pathuk Bahri
Lalu Pathuk Bahri

 

LombokPost-Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri angkat bicara merespons polemik video dirinya yang viral di media sosial belakangan ini.

Orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini menegaskan bahwa video yang beredar luas tersebut telah dipotong-potong dan disajikan dengan framing yang tidak utuh sehingga menimbulkan kegaduhan.

“Video yang beredar itu tidak utuh. Sudah dipotong-potong dan sengaja di-framing untuk memengaruhi opini masyarakat. Wallahu a'lam tujuannya apa,” ucap Bupati Pathul pada wartawan, Senin (9/2).

Bupati Lombok Tengah menegaskan, pernyataan dalam video tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung pihak mana pun, apalagi meremehkan musibah keracunan makanan yang sempat terjadi.

Sebaliknya, ia ingin memberikan konteks yang lebih luas mengenai keberhasilan program dapur di NTB yang selama ini telah memberikan dampak masif bagi masyarakat.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, program dapur di NTB telah mencapai angka yang signifikan. Lebih dari 2.200 unit dapur telah beroperasi dengan total layanan mencapai 60 juta layanan.

Tak hanya soal urusan perut, program ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi dengan menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja, yang menyasar sektor ibu hamil dan anak-anak.

“Capaian ini menunjukkan manfaat besar bagi masyarakat dan penyerapan tenaga kerja kita. Namun, saya tetap mengingatkan, meski makanan yang disajikan bergizi, kita harus tetap waspada dan disiplin mengikuti aturan hidup sehat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti keracunan,” imbuhnya.

Terkait kasus keracunan makanan, Pathul meminta agar kejadian tersebut tidak dianggap remeh. Ia menekankan bahwa insiden itu harus menjadi barometer evaluasi agar tidak terulang kembali di masa depan.

Namun, ia juga meminta publik untuk bijak dan tidak langsung menyalahkan pihak-pihak tertentu secara serta-merta tanpa melihat konteks kebijakan secara utuh.

Momentum ini juga dimanfaatkan bupati untuk mengajak masyarakat lebih dewasa dalam bermedia sosial. Apalagi, polemik ini mencuat bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional.

Ia menghimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang sengaja diproduksi untuk memperkeruh suasana.

“Mari kita lebih bijak mengunggah dan menyebarkan konten. Jangan sampai informasi yang belum jelas konteksnya malah memicu polemik. Penting bagi kita semua untuk memahami informasi secara utuh sebelum mengambil kesimpulan,” tutup Ketua DPD Gerindra NTB ini.

Pantauan Lombok Post, pasca kasus keracunan yang menimpa 38 siswa dari SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatusholihin, Kecamatan Kopang, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah diberikan sanski. Pemkab Lombok Tengah menghentikan sementara operasional dapur tersebut.

“Jadi sudah ada surat langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) tentang penghentian sementara operasional dapur. Sampai saat ini masih belum beroperasi, kalau untuk sampai kapan dihentikan sementara maka kita menunggu dari BGN,” ungkap Ketua Sekertariat Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Setiawan.

Ia menyampaika, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram melaporkan bahwa susu yang dikansumsi anak-anak mengandung bakteri patogen sehingga tak layak dikonsumsi.

Dari hasil inilah, tim satgas MBG Lombok Tengah berikan sanksi tegas penutupan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Jadi Sabtu kasus keracunan dan Senin langsung diminta untuk tidak melakukan operasi, awalnya perintah penghentian sementara itu disampaikan lewat lisan oleh BGN dan selang beberapa hari tepatnya 22 Januari surat pengentian sementara turun,” terang Kabag Ekonomi Setda Loteng ini.

Menjadi persoalan baru akibat tidak beroperasinya dapur membuat siswa sampai dengan saat ini tidak bisa menikmati program MBG.

“Kami sudah konsultasi dengan Korwil dan Korcam, ternyata hasilnya penerima disetop sementara. Karena dapur terdekat juga tidak mampu melayani penerima dari dapur yang ditutup tersebut,” jelas dia.

Jika nantinya penutupan dapur MBG ini dilakukan dalam waktu yang lama, maka tim satgas akan meminta dapur MBG terdekat untuk bisa melayani.

“Penerima dari dapur yang ada di Darmaji ini cukup banyak sekitar 3.014 orang dan sekarang mereka tidak dapat program MBG,” tutupnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#dapur SPPG #angkat bicara #BGN #ditutup #keracunan mbg #Video Viral #Bupati Lombok Tengah